Prabowo Ajak Rusia Perluas Dividen Perdamaian ASEAN ke Eurasia

Kamis, 03 September 2026 | 18:22:02 WIB
Kepala Negara Prabowo Subianto mengimbau Rusia serta negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). (Foto: NET)

JAKARTA — Kepala Negara Prabowo Subianto mengimbau Rusia serta negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) agar memperluas dividen perdamaian ASEAN menuju wilayah Eurasia. 

Seruan tersebut diungkapkan Prabowo ketika menyampaikan pidato kunci selaku Tamu Kehormatan Utama di ajang Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 yang berlangsung di Universitas Federal Timur Jauh (FEFU), Vladivostok, hari Kamis (3/9/2026).

Prabowo mengenang bahwa Asia Tenggara pada masa lampau bukanlah kawasan yang senantiasa damai. Kendati demikian, para pemimpin kala itu lebih memilih menempuh jalur dialog alih-alih konfrontasi.

"Asia Tenggara tidak selalu damai. Kawasan kami mengalami konflik, ketegangan, perbedaan yang mendalam. Namun kemudian para pemimpin kami menyadari bahwa kemiskinan, terbatasnya layanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur yang tidak memadai, dan kebutuhan untuk menciptakan peluang adalah tantangan yang lebih besar dari siapa pun di antara kami," ujar Prabowo.

Ia menyatakan bahwa keputusan strategis tersebut berhasil menjaga kelangsungan ASEAN selama hampir enam dekade, di mana stabilitas yang tercipta sukses memberikan ruang bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Jadi ASEAN memilih konsultasi daripada konfrontasi, kerja sama daripada perpecahan. Selama hampir enam dekade, pilihan itu telah menciptakan dividen perdamaian. Petani dapat berproduksi, pabrik dapat beroperasi, kapal dapat berlayar, dunia usaha dapat berinvestasi, anak-anak dapat bersekolah, keluarga dapat merencanakan masa depan," katanya.

*Tawarkan Konektivitas Eurasia-Asia Tenggara*

Berdasarkan pengalaman panjang ASEAN, Prabowo berpandangan bahwa model kerja sama tersebut sangat mungkin untuk diperluas. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap mengambil peran sebagai jembatan penghubung.

"Indonesia kini mengundang Rusia dan setiap anggota EAEU untuk membantu memperluas dividen perdamaian tersebut dengan menghubungkan Eurasia lebih erat dengan Asia Tenggara," ujar Prabowo.

Pandangan ini selaras dengan topik utama EEF ke-11 yakni "Timur Jauh: Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat". Sebelumnya, Prabowo turut menekankan pentingnya menjadikan Samudra Pasifik sebagai jalur utama perekonomian yang mempersatukan Rusia dan Indonesia, alih-alih menjadi pembatas.

Di samping itu, dalam forum yang serupa, Prabowo mengajukan target ambisius untuk melipatgandakan volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia seiring dengan pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU pada awal tahun 2027. 

Kehadiran Prabowo sebagai Tamu Kehormatan Utama EEF pun dipandang pihak Moskow sebagai indikasi kuat penguatan kemitraan strategis bilateral di kawasan Asia-Pasifik.

Terkini