Prabowo Ajak Rusia Garap Energi Bersih dan Ketahanan Pangan

Kamis, 03 September 2026 | 17:37:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengajak Rusia untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengajak Rusia untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia, tidak terbatas pada perdagangan barang saja, melainkan mencakup investasi serta pembangunan industri bersama dalam berbagai sektor strategis.

Pada saat menyampaikan pidato di acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang bertempat di Vladivostok, Rusia, pada hari Kamis, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa prospek kolaborasi masa depan di antara kedua negara ini menyimpan potensi yang jauh lebih besar daripada sekadar transaksi jual beli barang.

"Di bidang energi, Indonesia menyambut baik kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas," ujar Presiden Prabowo dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menuturkan bahwa Indonesia aktif mencari serta melakukan riset dan penanaman modal yang berkaitan dengan energi baru terbarukan, jaringan cerdas atau smart grids, hingga tenaga nuklir—mencakup teknologi modular maupun skala penuh—yang berlandaskan pada standar keselamatan tertinggi serta pengamanan internasional.

Di samping sektor energi, ia menuturkan bahwa sinergi bilateral ini juga bisa diperluas guna memperkokoh ketahanan pangan di Indonesia. Berbagai peluang tersebut meliputi teknologi pertanian, penyediaan benih unggul, pembiakan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan makanan, sampai pada produksi pupuk secara bersama-sama.

Menyinggung sektor industrialisasi, Presiden Prabowo menegaskan urgensi dalam menghadirkan nilai bersama lewat pengembangan industri hilir serta pembuatan aneka ragam kebutuhan publik.

"Kami harus menemukan nilai bersama. Indonesia menyambut baik kemitraan dalam pengolahan hilir dan barang-barang yang digunakan warga kami setiap hari seperti makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, farmasi, elektronik konsumen," katanya.

Di samping itu, Indonesia turut membuka pintu lebar bagi kerja sama dengan Rusia pada ranah teknologi antariksa, pendidikan tingkat tinggi, serta sektor transportasi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo melayangkan undangan terbuka secara langsung kepada para pelaku bisnis asal Rusia agar mau menanamkan modal serta membangun pabrik maupun industri di Tanah Air.

"Datanglah ke Indonesia, bekerjalah bersama kami, berproduksilah bersama kami, mari kita bangun industri bersama, mari kita ciptakan nilai bersama," ucap Presiden Prabowo.

Menutup pidatonya, ia menambahkan bahwa kemitraan strategis ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada pasar domestik Indonesia saja, melainkan mampu memposisikan Indonesia sebagai pusat basis untuk menembus pasar regional ASEAN serta kawasan Indo-Pasifik yang jauh lebih luas.

Terkini