RI dan Arab Saudi Perkuat Kolaborasi Riset serta Talenta

Kamis, 03 September 2026 | 17:26:01 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan. (Foto: NET)

JAKARTA — Indonesia bersama Arab Saudi memantapkan sinergi dalam sektor pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, serta teknologi melalui dorongan terhadap kemitraan riset, pencetakan sumber daya manusia unggul, pertukaran sivitas akademika, dan penerapan pendidikan digital demi memberikan nilai tambah bagi kemajuan kualitas insani kedua belah pihak.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menjelaskan bahwa terdapat 95 naskah kesepakatan berjalan yang melibatkan universitas lokal dan institusi Arab Saudi hingga kurun waktu ini, meliputi kajian bersama, bakti sosial masyarakat, perancangan kurikulum terpadu, pusat studi spesifik, pengiriman pengajar, hingga program dosen tamu.

"Ke depan, kami akan terus mendorong lebih banyak kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dengan pemangku kepentingan dari Arab Saudi, termasuk di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara," kata Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Pejabat tinggi kementerian tersebut memandang luasnya jaringan konektivitas ini menjadi fondasi penting guna mengokohkan kerja sama yang jauh lebih mendalam serta aplikatif, khususnya pada sektor-sektor yang menjadi fokus bersama.

Pada ranah pembinaan sumber daya manusia, pihak Arab Saudi telah memastikan alokasi sebanyak 1.000 kursi beasiswa bagi warga negara Indonesia untuk periode perkuliahan 2026–2027.

Wamen Fauzan menuturkan bahwa eskalasi kemitraan bilateral ini wajib konsisten digalakkan lewat eskalasi spektrum program serta bidang kerja sama, dengan tetap mengutamakan kepentingan bernegara masing-masing pihak.

"Untuk tahun-tahun mendatang, kami berharap kami dapat terus melanjutkan hubungan dan kerja sama yang telah berlangsung lama, sekaligus memperluas cakupan kegiatan dan bidang kolaborasi dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia dan Arab Saudi," ujar Wamen Fauzan.

Kementerian terkait mengarahkan agar kesempatan emas tersebut dapat dimanfaatkan secara taktis, utamanya guna memfasilitasi target pendidikan jenjang doktor bagi para pengajar di tanah air pada bidang-bidang strategis.

Di samping itu, titik tekan sinergi lainnya ialah memacu kajian ilmiah agar selaras dengan tuntutan dunia industri serta sektor komersial.

Pimpinan bidang pendidikan dari Kerajaan Arab Saudi, Yousef bin Abdullah Al-Benyan, menggarisbawahi urgensi penyelarasan elemen tersebut guna memajukan mutu investigasi ilmiah.

Sebagai tahapan konkret dalam memantapkan kemitraan riset, pihak kerajaan berniat melaksanakan evaluasi guna memetakan sekitar tiga sampai lima universitas nusantara yang memiliki kapabilitas bermitra dalam program studi kolaboratif.

Relasi strategis antarkedua negara ini sejatinya telah terjalin lewat berbagai payung kerja sama, di antaranya ikatan antara Universitas Negeri Surabaya dengan Saudi Electronic University, Universitas Muhammadiyah Makassar bersama Al Baha University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berpasangan dengan King Saud University, Universitas Negeri Yogyakarta bersama Prince Sattam bin Abdulaziz University, serta Universitas Islam Bandung bersama King Abdulaziz University.

Terkini