Kinerja Semester I/2026: Laba SBI Naik 4,31% Jadi Rp278 Miliar

Rabu, 02 September 2026 | 23:25:02 WIB
Petugas melakukan pemantauan proses pengemasan Semen Kujang di fasilitas produksi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - Anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), membukukan laba periode berjalan senilai Rp278 miliar pada semester I 2026, terangkat 4,31 persen jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya seiring peningkatan volume penjualan.

Volume penjualan perseroan menembus 6,10 juta ton atau tumbuh 6,9 persen secara tahunan. Nilai pendapatan turut terangkat 10,63 persen menuju Rp5,5 triliun, sementara perolehan laba kotor melonjak 15,9 persen menjadi Rp1,20 triliun.

“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental khususnya pada penjualan retail,” kata Direktur Utama SBI Rizki Kresno Edhie Hambali dalam keterangannya diterima di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) mencatat tingkat permintaan semen nasional mulai memperlihatkan tren perbaikan sepanjang semester I 2026, yang antara lain ditopang oleh percepatan realisasi belanja pemerintah untuk agenda pembangunan di daerah serta aktivitas konstruksi.

Kendati demikian, perseroan menilai proses pemulihan permintaan tersebut belum merata pada seluruh segmen seiring tingkat daya beli masyarakat yang masih cenderung terbatas serta kontribusi dari sektor properti yang belum mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Industri semen juga dipandang masih dibayangi oleh kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) yang memicu perketatan persaingan harga, di samping adanya tekanan dari beban biaya energi maupun logistik.

Di tengah tantangan tersebut, perseroan sukses membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp806 miliar pada semester I 2026.

Rizki mengutarakan bahwa perseroan terus berupaya memperkuat daya saing melalui efisiensi operasional, pengelolaan tata kelola keuangan, serta perluasan pangsa pasar domestik maupun ekspor.

“Di saat yang sama, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis pelanggan, mengurangi ketergantungan pada satu pasar, dan mengoptimalkan kapasitas produksi,” ujarnya.

Hingga Juni 2026, Solusi Bangun Indonesia mencatatkan volume penjualan ekspor semen varian khusus ke pasar Amerika Serikat sebanyak 97.500 metrik ton (MT).

Pengiriman ekspor tersebut direalisasikan lewat jalinan kemitraan strategis bersama Taiheiyo Cement Corporation. Perseroan membidik target volume ekspor semen varian khusus ke Amerika Serikat (AS) dapat menyentuh akumulasi 450 ribu MT hingga penutupan 2026.

Menginjak masa semester II 2026, perseroan mencermati adanya peluang pertumbuhan dari keberlanjutan proyek-proyek pembangunan dan belanja pemerintah, serta berencana memperkokoh jangkauan pasar domestik maupun ekspor.

Pada pasar dalam negeri, perseroan menyebutkan kawasan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memperoleh perhatian utama seiring pergerakan permintaan semen di provinsi tersebut yang tercatat tumbuh 7,5 persen secara tahunan.

Terkini