BISNISINSIGHT.COM — Peristiwa ini bukan yang pertama kali dialami MAP. Menurut NI, ejekan serupa sebenarnya sudah dialami putranya sejak duduk di bangku kelas 2 SD. Namun, masalah kembali mencuat saat MAP naik ke kelas 3 dan memulai tahun ajaran baru pada Juli 2026.
"Kenapa nak? Adik enggak punya bapak. Adik disoraki enggak punya bapak," ucap NI menirukan perkataan anaknya saat ditemui di kediamannya di Medan, Rabu (2/9).
NI menuturkan, ia bercerai dari ayah MAP sejak anaknya masih berusia dua bulan. Hubungan mereka kian runyam setelah kerabat ayah MAP disebut-sebut mengatakan bahwa MAP bukan anak kandungnya.
Sempat Cekcok dengan Teman Sekelas
Kejadian yang membuat MAP enggan sekolah disebut terjadi pada 11 Agustus 2026. Saat itu, MAP terlibat perselisihan dengan seorang teman sekelasnya. Pemicunya, alat penghapus milik MAP dirusak oleh temannya. MAP kemudian kembali diejek karena dianggap tak punya ayah.
Mengetahui hal tersebut, NI sempat mendatangi pihak sekolah untuk meminta kejelasan. Namun, ia mengaku kecewa karena tidak mendapat pembelaan atas anaknya.
"Jadi saya konfirmasi ke sekolah. Pihak sekolah tidak ada pembelaan untuk anak saya," kata NI.
Buntut dari kejadian itu, MAP disebut trauma dan malu untuk kembali bersekolah. NI pun akhirnya mengambil keputusan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain.
Bantahan dari Pihak Sekolah
Pihak sekolah memberikan versi yang berbeda. Wakil Kepala Sekolah berinisial MYN mengatakan, insiden yang terjadi antar-siswa ini sudah ditangani secara internal. Para siswa yang terlibat disebut telah dipertemukan dan saling memaafkan.
"Sudah suruh saling bermaafan," ucap MYN. Ia juga mengaku telah menasihati para siswa agar tidak saling mengejek, terutama yang menyangkut orang tua masing-masing.
Kepala Sekolah berinisial SIP juga membantah keras jika peristiwa ini disebut sebagai perundungan. Menurutnya, MAP juga kerap mengejek teman-temannya terlebih dahulu. Karena itu, insiden ini dinilai sebagai perkelahian timbal balik yang biasa terjadi antar-anak.
"Perundungan enggak, karena sama-sama saling ngejek. Kalau perundungan kan berarti dia yang korban aja satu, tapi dia tidak melakukan pembalasan. Sementara dia duluan lho yang mengejek temannya," tegas SIP.
Soal Berkas Pindah Sekolah dan Langkah Hukum
Soal pemindahan sekolah, SIP menjelaskan bahwa berkas administrasi sebenarnya sudah disiapkan. Namun, dibutuhkan surat rekomendasi dari sekolah tujuan. Pihak sekolah juga mengaku tidak pernah menyuruh MAP keluar. Mereka hanya memberikan peringatan agar MAP mengubah sikapnya di kelas.
Sementara itu, NI mengaku tidak tinggal diam. Ia telah melaporkan dugaan perundungan ini ke Komnas Perlindungan Anak, wali kota, hingga Dinas Pendidikan setempat. Rencananya, laporan juga akan diajukan ke Kementerian Agama.
"Saya sudah lapor ke Komnas, wali kota, Dinas Pendidikan. Tinggal menunggu kabar dari mereka. Lalu, saya besok Insya Allah mau ke Departemen Agama," pungkasnya.