Wamenkomdigi: Film Efektif Buka Mata Publik Bahaya Judol dan Pinjol

Rabu, 02 September 2026 | 21:37:02 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (Foto: NET)

JAKARTA — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria berpandangan bahwa sarana sinema berpotensi menjadi sarana edukasi digital yang ampuh guna menyadarkan warga negara terkait ancaman taruhan daring (judol) serta kredit instan (pinjol) yang menyalahi aturan hukum.

Produksi gambar bergerak dipandang sanggup menggambarkan risiko judol dan pinjol tidak sah secara lebih nyata, baik kepada korban, kerabat, hingga relasi sosial. 

“Masyarakat bisa melihat bagaimana seseorang masuk ke dalam masalah, bagaimana tekanan berkembang, dan bagaimana dampaknya ikut dirasakan keluarga serta orang-orang di sekitarnya,” ujar Nezar dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut diungkapkan Nezar tatkala menyambut kunjungan kehormatan dari Indonesian Institute of Journalism (IIJ) berserta kru pembuatan film "Menang untuk Kalah" bertempat di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Dirinya menyambut baik peluncuran film "Menang untuk Kalah" lantaran melahirkan karya seni yang mengangkat isu pinjol ilegal lewat kisah drama keseharian suatu rumah tangga.

Lebih lanjut Nezar menganggap unsur keluarga krusial untuk diekspos sebab praktik pinjol tak berizin sanggup mengeksploitasi data serta profil guna mengintimidasi pihak yang terjerat.

Beban mental tersebut lantas tidak berhenti pada peminjam saja, melainkan berpotensi merembet kepada sanak saudara, rekan kerja, dan komunitas sekitar. 

"Para korban pinjol ilegal harus menerima tekanan psikologis yang besar dan tagihan dengan bunga tinggi, bahkan sampai dipermalukan di lingkungannya," katanya.

Lewat pemilihan sudut pandang narasi yang dekat dengan keseharian warga, besar harapan tontonan ini mampu menumbuhkan kesadaran bahwa korban pinjol ilegal kerap kali terjerat bukan karena gaya hidup boros.

Situasi mendesak serta himpitan finansial seringkali mendorong seseorang mengambil langkah pada kondisi yang pelik.

Wamen Nezar memandang karya sinema tersebut bisa diolah menjadi komponen program literasi digital yang merangkul beragam lapisan publik.

Pemutaran layar lebar ini dapat dibarengi sesi wicara di perguruan tinggi, perkumpulan masyarakat, serta ruang publik agar substansi edukasi yang disampaikan berlanjut dengan diskusi seputar keamanan berinternet dan literasi keuangan.

Wamen Nezar menaruh harapan besar agar sinergi lintas sektor antara negara, sektor kreatif, pers, paguyuban, serta penggiat ekosistem digital mampu memperluas jangkauan pesan edukasi mengenai ancaman pinjol melanggar hukum ke lebih banyak warga.

Sinema "Menang untuk Kalah" dijadwalkan menyapa penonton bioskop pada 14 November 2026 dengan menampilkan aktor utama Surya Saputra dan aktris Lulu Tobing.

Proyek perfilman ini turut menggandeng penulis skenario kawakan Jujur Prananto (penulis naskah Ada Apa Dengan Cinta) bersama sutradara film berpengalaman Hasto Broto.

Terkini