Revitalisasi Pasar Kosambi, Pemkot Bandung Gandeng Bank Mandiri

Rabu, 02 September 2026 | 21:25:32 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Kota Bandung secara resmi menjalin kemitraan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. guna menjaring peluang investasi di area Pasar Kosambi. Kerja sama ini ditandai lewat penandatanganan surat pernyataan kehendak atau letter of intent (LoI) untuk memfasilitasi optimalisasi ekosistem ekonomi di pasar legendaris tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menerangkan bahwa Pasar Kosambi mengantongi profil bisnis yang sangat beragam serta potensial untuk dieksplorasi lebih jauh. Menurut Farhan, pasar ini tidak sekadar bertindak sebagai pusat perbelanjaan tradisional, melainkan juga ekosistem yang menaungi pelaku usaha kreatif pada area Hallway beserta bermacam mitra bisnis lainnya.

“Ini menjadi sebuah peluang investasi dengan bentuk bisnis model yang bervariasi,” ujar Farhan saat meninjau Pasar Kosambi dalam rangkaian penilaian West Java Investment Challenge (WJIC) 2026, Selasa (1/9/2026).

Farhan memaparkan peran Bank Mandiri dalam sinergi ini yakni menghadirkan calon investor atau nasabah potensial yang memiliki ketersediaan finansial untuk menanamkan modal. Kendati begitu, Farhan memberikan catatan khusus bahwa aspek paling krusial dalam pengembangan Pasar Kosambi berada pada penataan tata kelola kawasan secara komprehensif.

“Kalau buat saya paling penting adalah tata kelola. Sekarang sudah bagus belum? Bagus ya kelihatannya, tapi tata kelolanya belum optimal,” tegasnya.

Farhan menyoroti kondisi kawasan yang memerlukan penataan intensif, khususnya pada aktivitas perdagangan malam hingga dini hari. Langkah ini dinilai makin mendesak mengingat lokasi tersebut bersinggungan langsung dengan rencana pengembangan koridor Bus Rapid Transit (BRT). Penataan pedagang kaki lima (PKL) serta pasar tumpah diposisikan sebagai prioritas agar tak mengganggu kelancaran fungsi transportasi publik.

“Makanya ini harus jadi pemikiran. Kalau buat kami sih tata kelola yang paling penting,” imbuh Farhan.

Mengenai skema pembiayaan, Farhan menegaskan bahwa dukungan permodalan dari perbankan murni merupakan investasi profesional yang berorientasi profit. Farhan memastikan bahwa dana yang dikucurkan wajib dikembalikan menyertakan keuntungan sesuai dengan mekanisme pembiayaan yang berlaku.

“Kalau modal dari Bank Mandiri itu mesti dibalikin sama untungnya. Jadi bukan sumbangan sosial,” tuturnya.

Pada kesempatan berbarengan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat sekaligus tim penilai WJIC 2026, Muslimin Anwar, membeberkan bahwa Pasar Kosambi sukses menembus jajaran 12 proyek terbaik. Dari total 31 proyek yang disaring, Pasar Kosambi dinilai unggul berlandaskan potensi dan daya tarik investasinya.

Muslimin menilai antusiasme calon investor terhadap proyek-proyek dalam WJIC 2026 memperlihatkan peluang besar guna memperkuat sinergi antara pembangunan daerah dengan sumber pembiayaan dari sektor swasta. Melalui penguatan ekosistem bisnis, pemugaran Pasar Kosambi diharapkan sanggup menetapkan standar baru bagi pasar-pasar lainnya.

“Keberhasilan investasi di Pasar Kosambi nantinya diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi pada pasar lainnya,” pungkas Muslimin.

Terkini