Kunjungi Banyumas, Menko Pangan Puji Inovasi Peternakan Kambing

Selasa, 01 September 2026 | 03:36:01 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas memberikan apresiasi terhadap pengembangan peternakan kambing perah yang dipadukan dengan pengolahan limbah di Desa Banjaranyar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Ketika berdialog bersama para peternak kambing perah Meta Nusa Dharma di Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Selasa, Zulhas berpandangan bahwa integrasi peternakan kambing perah dan pengelolaan sampah yang dimotori oleh kalangan generasi muda merupakan sebuah terobosan inovatif yang tidak hanya mendatangkan nilai ekonomis, tetapi juga turut menyelesaikan masalah sampah.

"Sampah ini bukan urusan pemerintah saja. Ini urusan kami semua. Yang paling penting sampah itu dipilah," katanya.

Menurutnya, berbagai macam sampah organik semisal sisa makanan, sayur-mayur, maupun ikan dapat diurai lewat pemanfaatan maggot ataupun teknik alternatif lainnya sehingga mampu mencegah penumpukan volume sampah.

Di sisi lain, material sampah plastik yang sukar terurai dapat dikoleksi, dicacah, serta diubah kembali menjadi produk-produk bernilai guna tinggi secara ekonomi, contohnya ubin serta genteng.

"Kalau itu terjadi, maka persoalan sampah bisa kami selesaikan. Organik diselesaikan, dipisah. Anorganik bisa jadi ubin dan genteng," katanya.

Saat ditemui seusai acara dialog, Zulhas menyampaikan bahwa terobosan pengelolaan sampah yang dikerjakan oleh Arky Gilang Wahab selaku pemuda setempat merupakan inisiatif positif yang patut mendapat sokongan penuh.

"Bagus sekali yang dilakukan oleh Gilang. Kami akan dukung," katanya.

Di samping sektor pengolahan sampah, Zulhas turut mendorong perluasan sektor peternakan kambing perah guna membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat melalui penggalakkan konsumsi susu.

"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengembangkan peternakan kambing perah dan usaha pengolahan susu, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat," katanya.

Ia menilai bahwa kreativitas serta daya inovasi kaum muda dalam merintis peternakan, pengelolaan limbah, serta pertanian menjadi fondasi krusial bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam lawatan tersebut, Zulhas menyempatkan diri meninjau langsung area kandang kambing, fasilitas pengolahan sampah, serta aneka produk olahan susu kambing. Ia turut membagikan paket sembako kepada para peternak serta pengelola sampah lokal, beserta perwakilan petani kentang yang berasal dari Kabupaten Pemalang.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Meta Nusa Dharma Wisnu Rachman mengutarakan bahwa perusahaannya saat ini mengelola sekitar 130 ekor kambing di Sokaraja ditambah 200 ekor lainnya yang tersebar di berbagai daerah mitra, mencakup Subang, Ajibarang, Kebumen, hingga Pemalang.

"Untuk produksi kami sehari ini sudah mencapai 500 liter per hari total keseluruhan," katanya dengan didampingi oleh Pembina Peternak Kambing Perah Meta Nusa Dharma, Arky Gilang Wahab.

Berdasarkan penjelasannya, sebagian besar hasil pemerahan susu dikirimkan langsung menuju industri pengolahan agar diubah menjadi susu bubuk, sementara sisa produksinya diolah menjadi komoditas susu cair. 

Perusahaan tersebut turut memproduksi pakan ternak secara mandiri dengan memanfaatkan limbah produk pangan, termasuk sisa susu dan biskuit, serta mengembangkan unit pengolahan sampah plastik dan budidaya maggot.

Ia menambahkan bahwa peternakan binaannya telah mengantongi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sertifikat halal, serta izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasil olahan susu kambing tersebut bahkan telah didistribusikan ke berbagai kota besar, meliputi wilayah Jabodetabek serta Yogyakarta.

“Omzet kami sekitar Rp150 juta per bulan dan melibatkan sekitar 50 peternak mitra,” katanya.

Selain melayani pasar umum secara luas, pihak manajemen turut menjalin kerja sama bersama sejumlah dapur untuk menyuplai pasokan susu bagi keperluan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Wisnu menyebutkan bahwa saat ini terdapat empat dapur umum yang telah dilayani dengan estimasi kebutuhan harian mencapai 2.500 kemasan susu berukuran 120 mililiter untuk masing-masing dapur.

Terkini

JARR Klarifikasi Transaksi CPO Agrinas dan Somasi Duta Palma

Selasa, 01 September 2026 | 05:43:01 WIB

Inflasi Maluku Utara Tembus 5,28%, Tertinggi Secara Nasional

Selasa, 01 September 2026 | 05:40:02 WIB

Kejar Swasembada Bawang Putih, Lahan dan Bibit Dipercepat

Selasa, 01 September 2026 | 05:36:32 WIB