Menhut Siaga Karhutla Hadapi Puncak El Nino September Ini

Selasa, 01 September 2026 | 03:01:32 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pemerintah tetap bersiaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan menjelang puncak El Nino pada September. Kesiapsiagaan tersebut mencakup penguatan operasi modifikasi cuaca di enam wilayah prioritas.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebutkan bahwa jumlah titik panas di enam provinsi prioritas menunjukkan tren penurunan pada pengujung Agustus. Kendati demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat puncak fenomena El Nino diprediksi melanda pada September.

"Ini menurun sekali lagi kontribusi demikian banyak faktor. Tadi di darat teman-teman bekerja keras, OMC bergerak, water bombing bergerak, kira-kira demikian. Tapi dari segi nature-nya, kami belum keluar dari ancaman El Nino ini. Karhutla masa El Nino ini belum sama sekali, kami belum aman. Saya katakan tadi September ini adalah bulan perjuangan, ladang perjuangan kami," kata Menhut.

Kewaspadaan tinggi tersebut amat dibutuhkan karena dampak iklim El Nino berpotensi memicu kekeringan ekstrem di berbagai wilayah di Indonesia sepanjang September ini.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pemerintah mengintensifkan operasi modifikasi cuaca di enam wilayah provinsi, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan, apabila terpantau adanya potensi awan hujan. 

Langkah rekayasa cuaca ini dijalankan guna menjaga tingkat kelembapan lahan serta mempertahankan tinggi permukaan air tanah demi mencegah karhutla.

"Tapi kalau ada di tempat-tempat di karhutla ada OMC, ada peluang hujan, kami lakukan OMC. Saya sudah berkoordinasi juga kemarin di Riau, di Sumsel, di Kalimantan Barat dengan Danlanud, dengan Kepala Bandara untuk mengizinkan pesawat OMC terbang sampai tengah malam sekalipun, kalau memang potensi awan hujannya ada," tuturnya.

Di samping itu, upaya pembasahan lahan serta pemadaman lewat udara melalui metode water bombing terus dimaksimalkan. Pemerintah turut mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat, termasuk Jepang yang mengerahkan tiga unit helikopter guna membantu misi penanggulangan karhutla di Tanah Air.

Upaya mitigasi serta penanganan di tingkat tapak juga terus digencarkan secara masif, khususnya oleh satuan Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang hingga kini masih berjibaku memadamkan titik api di lapangan.

Menteri Kehutanan turut menegaskan bahwa instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan sumur bor serta pembuatan sekat kanal guna menjaga kelembapan lahan gambut terus dijalankan, disertai penambahan perlengkapan bagi para petugas di lapangan.

“Jadi sekali lagi dari segi teknis InsyaAllah apa yang diminta oleh teman-teman daerah terpenuhi. Namun realitas lapangan sumber air tetap menjadi kendala. Meskipun tadi sumur bor sudah datang. Kemudian ada rencana sekat kanal yang tetap dikerjakan. Sekat bakar dikerjakan. Namun karena memang sumber airnya ini yang jadi masalah," tuturnya.

Keterbatasan ketersediaan sumber air bersih di lapangan masih menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman, sehingga upaya pembasahan secara berkala terus difokuskan langsung pada titik-titik api.

"Jadi kemarin masih ada water bombing kami kerahkan kami minta supaya untuk mengejar ujung api, membasahi ujungnya," demikian Raja Juli Antoni.

Terkini

Impor Sapi Hidup RI Capai Rp5,87 Triliun hingga Juli 2026

Selasa, 01 September 2026 | 05:02:32 WIB

Produksi Jagung Pipilan Diproyeksi Capai 14,25 Juta Ton

Selasa, 01 September 2026 | 04:59:32 WIB

Maybank Genjot Dana Murah, Deposito Turun 7,04%

Selasa, 01 September 2026 | 04:58:02 WIB

BPS: Impor Migas Juli 2026 Naik 49,91% karena Faktor Harga

Selasa, 01 September 2026 | 04:55:01 WIB

Giro dan Tabungan Tumbuh Dua Digit, KB Bank Perkuat Dana Murah

Selasa, 01 September 2026 | 04:53:32 WIB