Widatra Bhakti Perkuat Daya Saing Industri Hijau via PLTS Atap

Selasa, 01 September 2026 | 23:58:01 WIB
Ilustrasi PT Widatra Bhakti [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Widatra Bhakti, entitas farmasi bagian dari Otsuka Group di Indonesia, secara resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 MWp di fasilitas produksinya yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur, guna memperkokoh daya saing industri hijau.

Factory Director PT Widatra Bhakti, Betty Zubaida, menyampaikan bahwa proyek yang digarap berkolaborasi dengan PT Surya Nippon Nusantara (SNN)—perusahaan joint venture antara SUN Energy dan Sojitz Corporation—menjadi bagian dari transformasi PT Widatra Bhakti menuju green factory lewat pemanfaatan teknologi energi bersih yang lebih rendah karbon, efisien, dan berkelanjutan.

“Langkah ini sekaligus mencerminkan semakin pentingnya adopsi energi terbarukan dalam memperkuat daya saing sektor industri,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).

Di tengah membumbungnya tuntutan terhadap efisiensi, keberlanjutan, serta standar lingkungan dalam rantai pasok global, dirinya menilai transformasi menuju industri hijau tak lagi sekadar berkaitan dengan reduksi emisi, melainkan juga perihal bagaimana perusahaan membangun operasional yang lebih tangguh dan kompetitif untuk jangka panjang.

Sebagai salah satu produsen manufaktur larutan parenteral dasar terkemuka di Indonesia, dirinya menegaskan PT Widatra Bhakti terus berikhtiar menghasilkan produk berkualitas tinggi sembari menjalankan aktivitas produksi dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.

Menurut pandangannya, penerapan PLTS Atap menjadi salah satu pijakan perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional.

Pemanfaatan area atap fasilitas produksi, kata dirinya, memungkinkan perusahaan menghasilkan energi terbarukan secara langsung di lokasi operasional tanpa memerlukan lahan tambahan.

Berbekal kapasitas 2,2 MWp, sistem tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 2.990.007 kWh listrik bersih per tahun serta menekan emisi karbon hingga 2.326 ton CO? per tahun, yang setara dengan penanaman sekitar 38.615 pohon per tahun.

Dalam mengarungi bisnisnya, PT Widatra Bhakti mengusung visi lingkungan berupa “Net Zero” pada 2050; serta menjalankan misi “tidak memberikan dampak lingkungan atas aktifitas bisnisnya dimana salah satunya adalah melalui upaya menurunkan emisi CO2 dengan tidak mengurangi keandalan produksi maupun kualitas produk.

“Karena itu, kami melakukannya secara bertahap melalui pemanfaatan energi dari sumber terbarukan dan adopsi teknologi yang mendukung keberkelanjutan dari bisnisnya” ujarnya. Zubaida, Factory Director PT Widatra Bhakti.

Betty menegaskan pula bahwa pengoperasian PLTS Atap ini turut melanjutkan langkah PT Widatra Bhakti dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Sebelumnya, pada April 2022, perusahaan telah melakukan pembelian Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero).

Menurut dirinya, perpaduan antara penggunaan REC dan pembangkitan energi terbarukan secara langsung di fasilitas produksi menjadi bagian dari strategi perusahaan menuju operasional yang semakin rendah karbon. Langkah ini seirama dengan upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi serta memperkuat ekosistem industri hijau di Indonesia.

“Kolaborasi antara pelaku industri dan penyedia teknologi energi bersih menjadi penting untuk mempercepat implementasi energi terbarukan sekaligus menjaga produktivitas dan daya saing industri nasional,” ucapnya.

Di samping pemanfaatan energi bersih, dirinya menegaskan PT Widatra Bhakti turut membangun budaya keberlanjutan di lingkungan internal perusahaan dengan mendorong keterlibatan karyawan dalam praktik kerja ramah lingkungan, antara lain melalui pengurangan penggunaan air minum dalam kemasan dan wadah makan sekali pakai serta gerakan Bring Your Own Tumbler (BYOT).

CEO SNN, Oky Gunawan, menambahkan bahwa dalam proyek ini SNN bertindak sebagai pengembang yang bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, serta pemeliharaan sistem PLTS.

Pendekatan ini ditujukan untuk menjamin performa, keselamatan, serta keandalan sistem selama masa kerja sama, sehingga perusahaan dapat mengadopsi teknologi energi terbarukan tanpa mengganggu fokus utama pada kegiatan produksinya.

“Kami mengapresiasi kepercayaan PT Widatra Bhakti kepada SNN. Proyek ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi energi bersih dapat menjadi bagian dari transformasi industri tanpa mengorbankan keandalan kegiatan produksi. Kami melihat energi terbarukan akan semakin berperan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memenuhi target keberlanjutan, dan memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang,” ujarnya.

Kolaborasi antara PT Widatra Bhakti dan SNN, dirinya meyakinkan, memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi, kemitraan, dan komitmen industri sanggup berjalan beriringan dalam mengakselerasi transformasi menuju green industry.

Lewat pemanfaatan energi surya, perusahaan tak hanya memangkas jejak karbon dari kegiatan operasional, tetapi juga berpartisipasi pada agenda transisi energi nasional serta pembangunan industri Indonesia yang semakin berkelanjutan dan berdaya saing.

Terkini