Tekan Biaya Produksi, Mentan Usul BBM Subsidi Khusus untuk Petani

Selasa, 01 September 2026 | 19:29:32 WIB
kepala badan pangan nasional (bapanas) sekaligus menteri pertanian andi amran sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendorong pemerintah merancang skema bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khusus bagi kalangan petani. Kebijakan itu dinilai vital demi menekan biaya operasional pertanian yang masih bergantung pada pemanfaatan BBM.

Aspirasi itu disampaikan Amran saat melangsungkan rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026). Amran mengutarakan, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah memperjuangkan agar para petani memperoleh alokasi BBM dengan patokan harga khusus guna menyokong aktivitas produksi pertanian.

“Kami minta jatah, ada jatah kami berapa? 1 juta? 1,5 juta (kilo lliter) untuk petani, kami minta khusus untuk harga khusus, harga subsidi untuk petani,” kata Amran dalam rapat tersebut.

Menurut Amran, kebutuhan BBM bersubsidi bagi petani berkelindan erat dengan pelbagai proses produksi pertanian. Salah satunya guna menopang kerja mesin-mesin pertanian serta pompa air yang masih mengonsumsi bahan bakar minyak.

Kementan, lanjut Amran, sebelumnya juga telah mengikhtiarkan usulan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang sanggup mengover kebutuhan BBM di area pertanian.

“Kami sudah upayakan juga mengusulkan agar buat SPBU,” ujar Amran.

Meski begitu, Amran mengakui pengadaan SPBU khusus pada kawasan pertanian membentur sejumlah tantangan. Salah satunya lantaran sebaran lahan sawah berada di pelbagai wilayah sehingga tidak mudah menetapkan titik layanan yang mampu mengangkut kebutuhan petani secara optimal.

Situasi tersebut berbeda ketimbang sektor perikanan tangkap, khususnya para nelayan, yang memiliki titik pusat aktivitas lebih terkonsentrasi di area perairan serta pelabuhan.

Oleh sebab itu, pemerintah dipandang perlu mematangkan mekanisme distribusi BBM yang lebih selaras dengan karakteristik sektor pertanian. Melalui skema tersebut, petani sanggup mengakses energi dengan tingkat harga yang lebih terjangkau tanpa mengganggu ritme produksi.

Dorong Pompa Sawah Gunakan Listrik

Di samping memperjuangkan alokasi BBM bersubsidi khusus petani, Amran turut mendorong pemanfaatan arus listrik demi menopang kebutuhan operasional pompa air di persawahan. Menurut dia, perluasan jaringan listrik hingga merambah area pertanian dapat memangkas ketergantungan petani dari penggunaan pompa berbahan bakar solar.

“Dan juga secara bersamaan listrik, listrik kami masuk untuk pompa-pompa supaya mengurangi pompa menggunakan solar. Listrik masuk sawah,” jelasnya.

Penggunaan listrik untuk kelancaran pompa persawahan diharapkan sanggup membendung pembengkakan biaya operasional petani, sekaligus mendongkrak efisiensi energi pada rangkaian kegiatan produksi pangan. Terobosan ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah memelihara keberlanjutan status swasembada pangan yang berhasil diraih Indonesia.

Dalam forum rapat bersama Komisi IV DPR RI, Amran memaparkan deretan program Kementan yang difokuskan untuk mengamankan produksi pangan nasional sekaligus mendongkrak taraf kesejahteraan petani.

Target Produksi Beras 2027 Capai 34 Juta Ton

Sebelumnya, Amran menyampaikan pemerintah memancangkan target produksi beras nasional pada 2027 sanggup menyentuh 34 juta ton. Di samping komoditas beras, pemerintah turut memacu peningkatan volume produksi pelbagai komoditas strategis, mulai dari jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, dan cabai hingga komoditas perkebunan maupun peternakan.

Guna merealisasikan target itu, pemerintah perlu menjamin ketersediaan beraneka sarana produksi yang dibutuhkan petani. Akses pada sumber energi berbiaya terjangkau menjadi faktor krusial lantaran berdampak langsung terhadap beban biaya produksi pada tingkat petani.

Amran menegaskan pemerintah bakal terus mengawal keberlanjutan swasembada pangan Indonesia. Pemberian dukungan bagi petani melalui pemenuhan sarana produksi, infrastruktur, hingga akses energi menjadi bagian esensial dalam merawat produktivitas sektor pertanian.

Terkini