BISNISINSIGHT.COM — Kombinasi Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023 senilai Rp450 juta dan BYD Seal tahun 2024 seharga Rp525 juta melengkapi garasi Destry Damayanti. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang diperiksa pada Selasa (1/9), dua kendaraan listrik tersebut merepresentasikan porsi dominan—sekitar 90,5 persen—dari total aset kategori alat transportasi dan mesin.
Nilai itu merangkum seluruh koleksi kendaraan yang dilaporkan, mulai dari mobil, sepeda motor, hingga tiga unit sepeda dengan berbagai tipe.
Ioniq 5 dan BYD Seal, Dua EV Berbeda Karakter
Hyundai Ioniq 5 merupakan salah satu pionir mobil listrik yang populer di pasar Indonesia. Model berdesain futuristis ini tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas baterai dan tenaga, menjadikannya pilihan fleksibel untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh.
Di sisi lain, BYD Seal yang masuk pasar Indonesia pada 2024 mengusung gaya sport sedan. Model ini jadi tumpuan utama merek asal China tersebut di segmen kendaraan listrik nasional, menguatkan posisinya melawan sedan listrik lain yang sudah lebih dulu hadir.
Komposisi Aset Transportasi Lengkap Destry
Selain dua mobil listrik, Destry tercatat memiliki Vespa Sprint S 150 White tahun 2024 senilai Rp53 juta. Sepeda motor matik bergaya ikonik itu menjadi satu-satunya kendaraan roda dua dalam laporan hartanya.
Koleksi sepeda turut melengkapi daftar tersebut. Litespeed Road Bike tahun 2020 ditaksir Rp45 juta, sementara dua sepeda lipat lain masing-masing bernilai Rp1 juta untuk Dahon keluaran 2020 dan Rp3,5 juta untuk Pacific varian listrik tahun 2021.
Secara keseluruhan, total harta alat transportasi dan mesin yang dilaporkan mencapai Rp1,0775 miliar. Investasi pada kendaraan listrik jelas menjadi strategi utama Destry dalam mengisi kategori aset ini, sejalan dengan tren elektrifikasi yang berkembang di Indonesia.
LHKPN dan Kepatuhan Pelaporan Pejabat Publik
Laporan ini menjadi bagian dari kewajiban penyelenggara negara untuk mengumumkan kekayaannya secara transparan. Destry yang telah menjalani proses persetujuan DPR RI untuk memimpin Bank Indonesia periode 2026–2031, menyelesaikan pelaporan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Dominasi kendaraan listrik dalam laporan hartanya juga mencerminkan preferensi pribadi terhadap teknologi rendah emisi. Langkah ini selaras dengan dorongan pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri melalui berbagai insentif dan pembangunan infrastruktur penunjang.
Dengan profil tersebut, Destry bergabung dengan semakin banyak pejabat publik yang memilih mobil listrik sebagai kendaraan pribadi. Pilihan ini tidak hanya soal gaya hidup, tetapi juga bagian dari dukungan nyata terhadap target netralitas karbon di sektor transportasi.