BISNISINSIGHT.COM — Menjadi Polwan bukan sekadar mampu bertugas di lapangan. Tuntutan profesi sering beririsan dengan peran di rumah tangga, hingga tekanan batin perlahan menumpuk. Seminar yang digelar secara hybrid di Aula Herman Sudjanadiwirja Polda Jabar tersebut mengangkat tema "One Police Woman, Extraordinary Impact" untuk menyoroti hal ini.
Tekanan ganda yang dialami Polwan
Kabiro PSI SSDM Polri Brigjen Pol. Yohanes Ragil Heru Susetyo menyebut Polwan memiliki peran yang tidak sederhana. Di satu sisi, mereka dituntut bekerja profesional, di sisi lain tetap harus hadir untuk keluarga. Kondisi ini membutuhkan ketangguhan, integritas, dan kemampuan menjaga keseimbangan.
Menurut Yohanes, kesehatan mental menjadi fondasi penting agar semua peran berjalan optimal. Tanpa kondisi mental yang stabil, performa di kantor maupun di rumah bisa sama-sama terganggu.
Tangguh bukan berarti tidak pernah lelah
Psikolog Roslina Verauli mengingatkan bahwa ketangguhan mental sering disalahartikan. Banyak yang mengira orang tangguh tidak pernah merasa lelah, tertekan, atau rentan. Padahal justru sebaliknya.
"Ketangguhan justru terlihat dari kemampuan mengenali kondisi diri, melakukan pemulihan, menjaga keseimbangan, dan mengetahui kapan membutuhkan bantuan," ujarnya dalam forum tersebut.
Langkah sederhana menjaga kesehatan mental
Irjen Pol. (Purn.) Dr. Rinny ST. Wowor menyampaikan, ada beberapa cara yang bisa membantu Polwan menjaga kondisi mental:
- Sadar terhadap kondisi diri sendiri, tanpa menutupi kelelahan atau stres.
- Mengelola emosi dengan baik, termasuk saat menghadapi tekanan pekerjaan maupun masalah keluarga.
- Membangun dukungan sosial dari rekan kerja, keluarga, dan teman dekat.
- Melatih kemampuan beradaptasi terhadap perubahan situasi.
- Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan saling mendukung.
Peran strategis Polwan di institusi dan masyarakat
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa Polwan memiliki posisi strategis dalam tugas kepolisian. Karena itu, kesehatan mental bukan sekadar isu pribadi, melainkan bagian dari profesionalisme.
"Polwan memiliki peran yang sangat strategis dalam pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian. Karena itu, kesehatan mental, ketangguhan, dan kemampuan menjaga keseimbangan hidup menjadi hal yang sangat penting," kata Hendra.
Menurutnya, tema peringatan tahun ini tidak boleh berhenti sebagai slogan. "Dengan merawat diri, menjaga kesehatan mental, dan terus meningkatkan profesionalisme, setiap Polwan dapat memberikan dampak luar biasa sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya," jelasnya.
Kemampuan mengenali batas diri, memulihkan energi, dan berani meminta bantuan saat dibutuhkan bukanlah tanda lemah. Justru itulah bentuk nyata ketangguhan yang diperlukan untuk bertahan lama dalam pengabdian.