BISNISINSIGHT.COM — Fenomena silau lampu kendaraan saat berkendara di malam hari semakin menjadi perhatian. Studi yang dilakukan Overnight Glasses, perusahaan kacamata asal Amerika Serikat, menemukan bahwa intensitas cahaya yang dipancarkan lampu utama Nissan Titan jauh melampaui batas kewajaran, menjadikannya kendaraan dengan tingkat silau terburuk.
Laporan yang dirilis The Drive, Selasa (18/6), menunjukkan temuan ini sejalan dengan survei AAA yang menyebut 60% pengemudi di AS merasa silau lampu kendaraan lain adalah masalah serius. Tiga perempat dari responden bahkan menilai kondisinya memburuk dalam dekade terakhir.
Mengapa Silau Lampu Titan Paling Parah?
Peneliti memakai data uji headlight dari 257 model yang diuji Insurance Institute for Highway Safety (IIHS). Mereka membandingkan data tersebut dengan tinggi kendaraan—karena semakin tinggi posisi lampu, semakin dekat dengan garis pandang pengemudi lain—sehingga menghasilkan indeks silau komprehensif.
Dari 16 varian headlight yang diuji sepanjang masa produksi Titan generasi kedua, temuan terburuk menunjukkan angka silau 615,1% di atas batas yang dianggap aman IIHS. BMW X5 sebenarnya lebih parah dengan 677,8% di atas batas, namun karena posisi lampunya lebih rendah dari Titan, indeks silau X5 (95,6) lebih baik dari Nissan (100).
Pikap Besar Mendominasi Daftar Terburuk
Mempertimbangkan tinggi kendaraan dan intensitas cahaya mentah, daftar kendaraan dengan silau terburuk didominasi pikap ukuran penuh. Chevrolet Silverado 1500 dan Ram 1500 menempati posisi kedua dan ketiga, disusul GMC Sierra 1500 di posisi kelima. Menariknya, Ford F-150 justru berada di peringkat ke-10 dengan indeks silau lebih rendah dari Ford Edge, Lincoln Nautilus, dan Kia Sedona.
Regulasi Federal yang Ketinggalan Zaman
Poin krusial dari temuan ini adalah seluruh kendaraan tersebut lolos standar federal AS. Artinya, regulasi yang berlaku dinilai gagal mengatasi masalah silau sekaligus tidak menjamin headlight memberikan penerangan yang memadai di malam hari.
Produsen otomotif tidak punya insentif memperbaiki masalah ini. Selain tidak diwajibkan, aturan yang ada juga membatasi pengembangan teknologi pencahayaan baru. Meski demikian, mulai ada tanda-tanda perubahan regulasi yang memungkinkan inovasi lampu adaptif di masa depan.
Bagi pemilik kendaraan dengan headlight menyilaukan, studi ini menjadi pengingat bahwa kenyamanan pengguna jalan lain bergantung pada desain yang bertanggung jawab—bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan minimum.