Pemberdayaan UMKM Perempuan Efektif Dongkrak Ekonomi Keluarga

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:14:02 WIB
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memandang bahwa pemberdayaan kaum perempuan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terbukti ampuh dalam mendongkrak ketahanan ekonomi keluarga, di samping membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan yang layak.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary lewat keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, mengutarakan bahwa penguatan kapasitas ekonomi perempuan sanggup memberikan efek domino yang lebih masif lantaran hasil dari kegiatan usahanya turut menopang pelbagai kebutuhan rumah tangga.

"Kami melihat perjuangan ibu-ibu pelaku usaha bukan hanya tentang bagaimana mereka menjalankan usaha, tetapi juga bagaimana seorang ibu berusaha memastikan anaknya tetap mendapatkan pendidikan yang layak," kata Dodot.

Menurut pandangannya, upaya pemberdayaan tidak boleh sekadar dimaknai terbatas pada aspek injeksi permodalan serta perluasan kapasitas bisnis saja, melainkan harus dicermati dari seberapa besar manfaat riil yang ditimbulkan terhadap taraf kesejahteraan keluarga serta tatanan sosial pelaku usaha.

Sektor pendidikan anak, lanjut Dodot, menjadi salah satu variabel yang memiliki korelasi sangat erat dengan tingkat kemampuan ekonomi sebuah keluarga.

“Ketika usaha berkembang dan pendapatan keluarga semakin kuat, orang tua memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak,” katanya.

Ia menuturkan bahwa intervensi pemberdayaan bagi perempuan perlu dirancang dan dibangun secara berkesinambungan agar pertumbuhan bisnis yang dicapai mampu melahirkan dampak positif yang melampaui sekadar peningkatan nominal pendapatan.

“Usahanya kami bantu tumbuh, keluarganya kami perhatikan, dan masa depan anak-anaknya juga harus memiliki ruang untuk tumbuh,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan Dodot, kerangka pendekatan holistik inilah yang turut mendasari adanya atensi khusus terhadap sektor sarana pendidikan anak dari para pelaku usaha. Salah satu bentuk konkretnya diwujudkan lewat penyaluran bantuan renovasi untuk memperbaiki sejumlah fasilitas penunjang belajar di SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, yang berlokasi di kawasan Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lembaga sekolah tersebut tercatat sebagai tempat menimba ilmu bagi anak dari Sulastri, seorang ibu perajin bambu lokal asal Dlingo. Sulastri sendiri merupakan perempuan pelaku usaha mikro yang telah aktif mengelola usahanya sejak tahun 2001 guna membantu menyangga perekonomian rumah tangganya.

Bagi Sulastri, bidang usaha kerajinan bambu tidak semata-mata berfungsi sebagai sumber pencari nafkah finansial, melainkan menjadi pilar perjuangannya dalam mencukupi kebutuhan hidup sekaligus mengamankan masa depan pendidikan sang buah hati.

Perolehan penghasilan dari sektor usaha produktif tersebut memberikan keleluasaan bagi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan harian sekaligus menjaga agar anaknya tidak putus sekolah.

“Ketika perempuan memiliki kemampuan ekonomi yang semakin baik, manfaatnya dapat mengalir kepada generasi berikutnya melalui kesempatan untuk terus tumbuh dan memperoleh pendidikan,” kata Dodot.

Terkini