Respons Cepat Pertamina Pulihkan Energi NTT Selepas Gempa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:06:31 WIB
Suplai avtur ke Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok memandang tindakan sigap dari PT Pertamina (Persero) sebagai tahapan krusial dalam proses pemulihan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi bermagnitudo (M) 7,7, mengingat energi memegang peranan sebagai kebutuhan primer.

"Energi adalah kebutuhan dasar, sehingga menjaga BBM dan LPG tetap tersedia sama pentingnya dengan bantuan kemanusiaan," kata Mufti, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Normalisasi stasiun pengisian bahan bakar menjadi elemen krusial dari penanggulangan bencana lantaran pasokan BBM sangat diperlukan bukan semata-mata oleh warga untuk kembali menjalankan rutinitas harian, melainkan juga armada pengangkut logistik bantuan, tim tenaga medis, serta berbagai sarana operasional di lapangan.

"Kondisi NTT sendiri menunjukkan bahwa persoalan distribusi masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah kepulauan," ucap dia.

Di tengah situasi darurat usai gempa, ketersediaan BBM memastikan kendaraan ambulans mampu bergerak, truk pembawa logistik bisa melaju lancar, alat-alat berat dapat beroperasi, dan masyarakat sanggup menggerakkan kembali roda perekonomian.

Oleh sebab itu, memulihkan ketersediaan energi sejatinya merepresentasikan esensi dari upaya memulihkan denyut kehidupan itu sendiri.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengutarakan bahwa sebagian besar SPBU yang terletak di Pulau Flores kini telah aktif kembali.

"Layanan lainnya dipulihkan secara bertahap dengan keselamatan sebagai prioritas," kata Baron.

Bersamaan dengan itu, pihak Pertamina turut mengejawantahkan fungsi kemanusiaan lewat inisiatif program Pertamina Peduli. Hingga tanggal 25 Agustus 2026, akumulasi nilai bantuan yang tersalurkan telah menyentuh angka Rp1,717 miliar.

Cakupan dan skala bantuan yang dikerahkan dalam merespons musibah bencana alam ini tidak sebatas mendistribusikan bahan pokok semata.

Berdasarkan rincian bantuan yang telah didistribusikan, Pertamina mencatatkan penyaluran paket sembako, makanan siap saji, mi instan, telur, hingga pasokan air mineral.

Guna mengeksekusi seluruh aksi tanggap darurat tersebut, Pertamina menerjunkan sebanyak 289 orang relawan.

Komposisi relawan tersebut terdiri atas 220 personel operasional distribusi yang berasal dari FT Reo, FT Maumere, dan FT Ende, kemudian 58 personel yang mengemban tugas penyaluran bantuan serta manajemen posko, serta 11 personel relawan di bidang medis.

Tidak berhenti di situ, Pertamina turut menyiapkan alokasi bantuan tahap lanjutan dengan estimasi nilai mencapai Rp877,34 juta. Agenda tersebut mencakup dukungan fasilitas kesehatan, logistik perlengkapan, sembako beserta makanan siap saji, dan penyediaan akses air bersih.

Terkini