RI - Selandia Baru Bahas Kerja Sama Pangan dan Energi di Auckland

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:58:32 WIB
Menteri Luar Negeri RI Sugiono berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters [FOTO: NET].

JAKARTA - Indonesia dan Selandia Baru melaksanakan pembahasan mengenai penguatan kerja sama di sektor ketahanan pangan serta energi terbarukan di dalam perhelatan Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) yang bertempat di Auckland, Selandia Baru, pada Jumat (28/8).

“Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam siaran pers Kemlu RI di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama dengan Menlu Selandia Baru Winston Peters turut mendiskusikan langkah-langkah nyata guna mengoptimalkan kolaborasi ketahanan pangan, yang mencakup upaya menggenjot produktivitas sektor pertanian serta pengembangan peternakan sapi.

Kedua belah pihak juga bersepakat mendorong peningkatan kapasitas pada sektor energi terbarukan, utamanya pemanfaatan sumber daya panas bumi (geothermal) serta tenaga surya di Indonesia.

Di samping itu, Indonesia dan Selandia Baru turut mengulas agenda akselerasi kerja sama dagang, termasuk perihal penerapan sertifikasi halal untuk memuluskan serta mendongkrak arus ekspor maupun impor produk halal antarkedua negara.

Pada ranah pendidikan, kedua negara sehaluan untuk terus memperluas kesempatan beasiswa bagi para pelajar asal Indonesia, khususnya pada jurusan-jurusan yang memegang skala prioritas dalam pembangunan nasional.

Dalam forum pertemuan tersebut, Indonesia dan Selandia Baru sekaligus mengukuhkan komitmen bersama terhadap kemitraan bilateral yang berperan dalam merawat stabilitas, perdamaian, serta kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik lewat sinergi di berbagai forum regional, seperti ASEAN dan Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum / PIF).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga menyampaikan sambutan positif atas terpilihnya Selandia Baru sebagai pemegang keketuaan di PIF pada tahun 2027 serta mendoakan agar kepemimpinan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

Joint Ministerial Commission (JMC) sendiri berfungsi sebagai instrumen dialog bilateral utama guna mengevaluasi dinamika relasi kedua negara sekaligus memetakan potensi perluasan kerja sama antara Indonesia dan Selandia Baru.

Agenda pertemuan ini dimanfaatkan pula untuk memantau serta mengawal jalannya realisasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru rentang waktu 2025-2029, sekaligus mempersiapkan perayaan 70 tahun usia hubungan diplomatik kedua negara yang bakal tiba pada 2028 mendatang.

Terkini