Studi Ungkap Konsumsi Almond Bisa Bantu Cepat Terlelap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:51:02 WIB
Ilustrasi - Kacang almond. (Foto: NET)

JAKARTA — Sulit tidur atau memerlukan waktu lama untuk terlelap mampu membuat tubuh terasa kurang bugar keesokan harinya. Situasi ini pun dapat membuat seseorang mencari beragam cara supaya tidur lebih nyenyak. 

Di samping menjaga jadwal tidur, makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata juga dapat menjadi salah satu hal yang dicermati. Salah satunya ialah almond yang disebut berpotensi membantu meningkatkan kualitas tidur.

Menukil Women's Health, sebuah uji klinis terbaru melibatkan 175 orang dewasa berusia 21-55 tahun di India yang mempunyai kualitas tidur buruk. Peserta kemudian dibagi secara acak untuk mengonsumsi sekitar 50 almond utuh setiap hari atau camilan lain dengan jumlah kalori yang setara selama lima bulan.

Peneliti kemudian mengukur kualitas tidur peserta lewat beragam pemeriksaan, termasuk rekaman gelombang otak, pemeriksaan darah, serta laporan peserta mengenai kualitas tidur mereka.

Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi almond melaporkan lebih sedikit gangguan tidur dan lebih mudah terlelap dibandingkan kelompok yang mengonsumsi camilan tanpa almond.

Mengapa Almond Sanggup Membantu Tidur? Almond mempunyai sejumlah kandungan nutrisi yang diduga berkaitan dengan kualitas tidur. Ahli diet Jessica Cording, RD, menuturkan almond merupakan sumber magnesium yang baik.

“Almond merupakan sumber magnesium yang baik, yang berdasarkan banyak penelitian dapat membantu tidur lebih nyenyak karena berpengaruh terhadap relaksasi otot, pengaturan produksi melatonin, dan pengaturan sistem saraf,” ujar Cording.

Di samping magnesium, almond juga mengandung triptofan. Menurut ahli diet Keri Gans, RD, tubuh menggunakan triptofan untuk menghasilkan serotonin dan melatonin, dua zat yang berkaitan dengan proses tidur. Penelitian tersebut juga mendapati kadar melatonin sedikit lebih tinggi pada kelompok yang mengonsumsi almond.

Kendati demikian, Gans mengingatkan bahwa hasil tersebut belum dapat membuktikan almond menyebabkan peningkatan melatonin atau bahwa melatonin menjadi pemicu membaiknya kualitas tidur. 

Almond juga mengandung kombinasi protein, lemak sehat, serta serat yang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Menurutnya, kestabilan gula darah merupakan salah satu aspek yang esensial untuk mendukung kualitas tidur.

Jangan Berlebihan Makan Almond. Pertama, Tetap Perhatikan Jumlah Konsumsi. Sekalipun hasil penelitian menunjukkan potensi manfaat, bukan berarti semakin banyak almond yang dikonsumsi akan membuat tidur semakin nyenyak. 

Studi tersebut memang memakai sekitar 50 almond per hari, tetapi jumlah tersebut memberikan protein, lemak, dan kalori dalam jumlah cukup besar.

Oleh karena itu, almond sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan, bukan sekadar ditambahkan ke pola makan yang sudah ada. Riset ini juga masih memiliki keterbatasan. 

Di samping dilakukan secara khusus pada almond, penelitian tersebut memperoleh pendanaan dari Almond Board of California. Para ahli menilai penelitian lanjutan masih diperlukan guna memahami hubungan antara konsumsi almond dan kualitas tidur.

Kedua, Tetap Perhatikan Kebiasaan Sebelum Tidur. Apabila merasa lapar sebelum tidur, almond dapat menjadi salah satu opsi camilan bernutrisi dan gampang dicerna. Walakin, camilan tersebut tidak dapat menggantikan kebiasaan yang mendukung tidur berkualitas.

“Mengonsumsi almond sebelum tidur bukanlah pengganti kebiasaan yang mendukung tidur, seperti menjaga kebersihan tidur, memiliki waktu tidur dan bangun yang konsisten, membatasi kafein pada sore atau malam hari, aktif secara fisik, dan mengelola stres,” jelas Cording.

Almond dapat menjadi salah satu pilihan camilan dalam rutinitas tidur yang sehat, tetapi bukan solusi instan untuk mengatasi masalah tidur. Apabila kesulitan tidur terus berlangsung atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Terkini