SiCepat Fokus Perkuat Segmen B2B dan Drop Point

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:35:31 WIB
PT SiCepat Ekspres Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA - PT SiCepat Ekspres Indonesia memandang prospek industri logistik masih menunjukkan tren yang baik hingga penutupan tahun 2026. Bisnis perusahaan diarahkan agar semakin kuat, terkhusus pada sektor business-to-business (B2B), di samping pelebaran jaringan kerja sama drop point.

Direktur Komersial & Hubungan Eksternal PT SiCepat Ekspres Indonesia, Imam Sedayu, mengutarakan bahwa kemajuan usaha SiCepat dalam kurun waktu semester pertama 2026 memperlihatkan arah yang menggembirakan. 

Indikasi tersebut salah satunya terlihat dari naiknya pencapaian sektor B2B. Sepanjang sisa tahun berjalan, pihak korporasi akan memusatkan perkembangan lini usahanya pada pemantapan sektor B2B serta perluasan kemitraan drop point.

"Sepanjang semester I-2026, SiCepat memiliki perkembangan bisnis yang positif, dibuktikan dengan peningkatan pada segmen B2B di bulan Juli sebesar 52%," ujar Imam, Kamis (27/8).

Memasuki paruh kedua tahun 2026, SiCepat menilai peluang ekspansi jasa logistik masih terbuka lebar. Pihak perusahaan menganggap paruh kedua tahun ini sebagai fase krusial bagi dunia logistik karena bertepatan dengan datangnya musim puncak pengiriman (peak season).

Imam menyampaikan bahwa fase peak season ini berlangsung dari bulan Agustus sampai penghujung tahun. Berbagai agenda belanja serta hari besar diproyeksikan mampu memicu lonjakan pengiriman barang.

"Secara umum, periode ini merupakan momentum peak season yang berlangsung mulai Agustus hingga akhir tahun, dengan berbagai momen yang dapat mendorong peningkatan aktivitas pengiriman, seperti Harbolnas, tanggal kembar, hari raya, hingga perayaan tahun baru," jelasnya.

Dari sudut pandang kelompok pelanggan, SiCepat melirik bidang fast moving consumer goods (FMCG), busana, kesehatan dan kecantikan, serta produk kosmetik sebagai sejumlah lini yang mempunyai daya serap cukup tinggi. 

Menurutnya, komoditas dari bidang-bidang tersebut umumnya memiliki sebaran pasar yang luas di berbagai wilayah nusantara. Situasi ini memunculkan permintaan terhadap sokongan logistik yang sanggup mengantarkan barang secara efektif, baik antarkota maupun antarpulau.

Di tengah persaingan bisnis logistik yang kian sengit, SiCepat merancang sejumlah taktik guna mendongkrak jumlah pengiriman sekaligus memantapkan kedudukan perusahaannya. Taktik tersebut mencakup variasi layanan, penguatan infrastruktur jaringan, serta perbaikan mutu operasional. 

Pada ranah pelayanan, SiCepat menyediakan beragam alternatif yang dapat disesuaikan dengan keperluan konsumen. Langkah ini dijalankan demi merangkul kebutuhan konsumen yang kian bervariasi, termasuk dari kelompok B2B yang menjadi salah satu titik berat pertumbuhan perusahaan.

Seiring dengan pembenahan layanan, perusahaan pun senantiasa memperkokoh jaringan demi menopang ekspansi bisnis B2B. Di sisi lain, peningkatan kinerja operasional menjadi elemen krusial guna mempertahankan standar pelayanan dan kepuasan pelanggan.

"Di sisi lain, peningkatan kinerja operasional menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas dan pengalaman pengiriman tetap terjaga," imbuhnya.

Menghadapi Tekanan Biaya Operasional Walaupun prospek bisnis dipandang cerah, SiCepat tetap menjumpai beberapa hambatan bisnis sepanjang tahun ini. Beban biaya operasional, naik turunnya kurs mata uang, harga bahan bakar minyak (BBM), serta tingkat daya beli masyarakat menjadi beberapa poin krusial yang wajib dicermati. 

Di tengah situasi tersebut, kompetisi pasar yang semakin ketat juga mewajibkan perusahaan untuk menggenjot efisiensi tanpa menurunkan standar layanan.

"Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi biaya distribusi sekaligus terhadap permintaan layanan logistik," ungkapnya.

Terkini

Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Aragon 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:02:02 WIB

Daftar Motor Listrik & Jenis Baterainya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:00:32 WIB

Real Madrid Foundation Latih 50 Pelatih Sepak Bola Lokal

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 05:59:01 WIB