Laba WINE Turun 21% Meski Penjualan Naik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:27:31 WIB
PT Hatten Bali Tbk (WINE). (Foto: NET)

JAKARTA - Kenaikan volume penjualan PT Hatten Bali Tbk (WINE) belum mampu mendongkrak perolehan laba bersih sepanjang semester I-2026. Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, emiten yang bergerak di sektor produsen minuman beralkohol ini berhasil mengantongi penjualan bersih sebesar Rp 133,58 miliar. 

Angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 2,2% secara tahunan atau year on year (yoy) apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bernilai Rp 130,7 miliar.

Kendati demikian, performa pada lini terbawah atau bottom line justru mengalami tekanan. Laba tahun berjalan yang diatribusikan secara langsung kepada pemilik entitas induk atau laba bersih WINE tercatat merosot 21,6% yoy, yakni dari semula Rp 17,92 miliar kini turun menjadi Rp 14,05 miliar.

Direktur Keuangan WINE, Ketut Sumarwan, mengemukakan bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan pada paruh pertama tahun 2026 ini didorong oleh permintaan pasar yang tergolong cukup baik. Lonjakan tersebut utamanya dipicu oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Pulau Dewata. 

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa penurunan laba bersih ini disebabkan oleh lonjakan harga material bahan baku yang sebagian besar masih harus didatangkan dari luar negeri. Selain itu, faktor pergeseran iklim turut berdampak pada kenaikan harga bahan baku lokal.

"Harga bahan baku impor meningkat karena naiknya kurs mata uang asing. Sedangkan, kenaikan biaya bahan baku lokal juga terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem yang mempengaruhi hasil panen anggur," jelas Ketut kepada Kontan, Rabu (26/8/2026).

Guna memaksimalkan hasil kinerja di sisa tahun berjalan, Ketut menyatakan bahwa pihak manajemen WINE berencana memperbanyak penyelenggaraan acara pencicipan atau tasting event agar brand dan produk mereka semakin dikenal luas. 

"Kami akan memanfaatkan ruang penyimpanan wine (cellar) kami yang baru di Jakarta untuk melakukan strategi ini," jelas dia.

Untuk penetrasi di wilayah luar kota, korporasi bakal memperkuat sinergi dengan jaringan sub-distributor. Sementara khusus di area Bali, WINE akan menggandeng para mitra pelanggan yang sudah ada, mulai dari jajaran hotel, restoran, kafe, kelab pantai, hingga toko botol maupun ritel. 

"Bersamaan dengan strategi peningkatan revenue, kami juga akan melakukan efisiensi biaya produksi & operasional untuk menjaga stabilitas margin," kata Ketut.

Dengan langkah-langkah tersebut, manajemen tetap mematok target pertumbuhan penjualan bisa mencapai kisaran 5% hingga penghujung tahun nanti, meskipun pencapaian positif itu belum terlihat secara signifikan pada paruh pertama. 

"Namun tetap akan kami usahakan di semester II-2026, mengingat peak season kedatangan turis asing serta launching beberapa produk baru akan terjadi pada periode ini," imbuhnya.

Terkini