BTC Tembus 80 Ribu USD, Investor Kripto Waspada Dinamika Pasar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:54:31 WIB
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian. (Foto: NET)

JAKARTA — Pelaku aset kripto diimbau agar senantiasa mencermati dinamika pasar seiring nilai tukar Bitcoin (BTC) yang kembali merangkak naik hingga menembus level 80.000 dolar AS per 25 Agustus, dari sebelumnya berada di kisaran 64.000 dolar AS pada pekan lalu.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian membeberkan bahwa lonjakan tersebut dipicu oleh pergeseran sentimen makroekonomi global akibat kebijakan pembelian kembali surat utang pemerintah Amerika Serikat, serta derasnya aliran modal masuk ke produk ETF spot Bitcoin yang menandakan pulihnya minat beli di bursa kripto.

Lebih lanjut, ia menyampaikan melalui keterangan resminya di ibu kota pada hari Jumat bahwa reli harga kali ini tidak sekadar menunjukkan fluktuasi jangka pendek, melainkan indikasi perubahan sentimen secara menyeluruh yang tecermin lewat berbagai indikator perdagangan.

"Kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko, terutama bagi investor yang baru kembali melihat peluang di pasar," ujarnya.

Sejumlah elemen makroekonomi turut menjadi sorotan utama para pengamat, salah satunya program pembelian kembali instrumen utang jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS guna menjaga stabilitas likuiditas pasar keuangan. 

Langkah intervensi tersebut sempat menekan imbal hasil obligasi dan memicu kembalinya gairah terhadap instrumen investasi berisiko tinggi, termasuk aset digital.

Dari sudut pandang permintaan, produk ETF spot Bitcoin di bursa Amerika Serikat terpantau kembali menuai catatan positif. Berdasarkan laporan data SoSoValue, instrumen keuangan tersebut membukukan arus masuk bersih atau net inflow kurun waktu 17 sampai 25 Agustus 2026 dengan akumulasi menyentuh angka sekitar 2,57 miliar dolar AS.

Pada saat yang sama, platform analitik Crypto Quant merilis kenaikan skor tren kenaikan atau Bull Score Bitcoin dari posisi 30 melonjak ke level 80 hanya dalam rentang waktu tujuh hari. Angka ini merefleksikan tingginya tingkat keyakinan serta selera ambil risiko di kalangan para pelaku pasar.

Setelah sempat bergerak cenderung stagnan menjelang awal bulan Agustus, pergerakan harga Bitcoin mulai mencatatkan akselerasi tajam sejak tanggal 19 Agustus dan sukses menguat lebih dari 20 persen hanya dalam kurun waktu tiga hari perdagangan. 

Dorongan tambahan dari aksi likuiditas posisi jual atau short squeeze lantas mengantarkan sang aset kripto utama menembus ambang batas 80.000 dolar AS pada tanggal 25 Agustus.

Aloysia menambahkan bahwa tren pergeseran ini mengindikasikan sinyal penguatan daya beli yang semakin solid, kendati tempo kenaikan yang begitu masif menuntut kewaspadaan ekstra terhadap potensi gejolak harga yang tinggi.

"Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat. Namun, pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro, likuiditas, aktivitas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan," ujarnya.

Kendati atmosfer perdagangan kini berada dalam zona optimisme tinggi yang mendatangkan peluang keuntungan, kondisi tersebut di sisi lain turut memperbesar potensi volatilitas manakala para pelaku pasar bertindak terlalu agresif mengejar lonjakan harga. 

Momentum pemulihan ini sekaligus berfungsi sebagai pengingat krusial agar setiap partisipan pasar senantiasa menyelaraskan langkah taktis dengan target investasi serta profil risiko masing-masing.

Bagi para trader jangka pendek, Aloysia menyarankan agar segera melakukan evaluasi ulang terhadap besar alokasi posisi serta batasan risiko yang diambil. 

Sementara itu, kelompok investor yang memegang horison jangka panjang disarankan menerapkan strategi pembelian bertahap agar keputusan finansial tidak semata-mata didorong oleh euforia kenaikan harga sesaat.

Terkini