Laba ARCI Tembus Rp1,43 Triliun pada Semester I/2026, Naik 132,8%

Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:16:32 WIB
Direksi PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) dalam paparan publik tahun buku 2023, Kamis (6/6/2024) [FOTO: NET].

JAKARTA — Perusahaan tambang dan pengolahan emas, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) membukukan kenaikan pendapatan serta laba bersih sepanjang semester I/2026.

Merujuk pada laporan keuangan perseroan, ARCI mengantongi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai US$322,29 juta (setara Rp5,76 triliun berdasarkan estimasi kurs Rp17.857,14 per dolar AS) pada semester I/2026, melompat 67,42% dibandingkan perolehan US$192,43 juta (Rp3,44 triliun) di rentang waktu yang sama tahun sebelumnya.

Beriringan dengan penguatan pendapatan, laba kotor ARCI terangkat 87,79% menjadi US$146,01 juta (Rp2,61 triliun) pada semester I/2026, dari raihan US$77,74 juta (Rp1,39 triliun) pada semester I/2025.

Performa positif juga terlihat pada laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. ARCI mencetak laba bersih mencapai US$80,25 juta (Rp1,43 triliun) pada semester I/2026, melambung 132,80% ketimbang capaian US$34,47 juta (Rp615,58 miliar) pada periode serupa tahun sebelumnya.

Melalui lompatan kinerja tersebut, margin laba kotor ARCI menyentuh kisaran 45,3% pada semester I/2026, menguat dari posisi sekitar 40,4% pada semester I/2025.

Ditinjau dari posisi neraca keuangan, nilai ekuitas ARCI terkumpul US$413,64 juta (Rp7,39 triliun) per 30 Juni 2026, menanjak dari angka US$362,93 juta (Rp6,48 triliun) pada pengujung 2025.

Sementara itu, kewajiban jangka pendek tercatat sebesar US$165,54 juta (Rp2,96 triliun) per 30 Juni 2026, berbanding US$161,30 juta (Rp2,88 triliun) pada akhir 2025. Adapun total kewajiban jangka panjang menyentuh US$495,43 juta (Rp8,85 triliun) per 30 Juni 2026, menyusut tipis dari US$502,53 juta (Rp8,97 triliun) pada akhir 2025.

Atas dasar itu, akumulasi liabilitas ARCI mencapai kisaran US$660,97 juta (Rp11,80 triliun) per 30 Juni 2026, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek sejumlah US$165,54 juta dan liabilitas jangka panjang senilai US$495,43 juta.

Adapun jumlah aset ARCI bertambah hingga US$1,07 miliar (Rp19,19 triliun) per 30 Juni 2026, naik dari kisaran US$1,03 miliar (Rp18,33 triliun) pada penutupan tahun 2025.

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) menargetkan peningkatan produksi emas sekurang-kurangnya 15% pada 2026 setelah mencatatkan hasil produksi sebesar 122.000 ons sepanjang 2025. Sasaran ini beriringan dengan langkah strategis perseroan dalam mendongkrak kapasitas pengolahan sekaligus memperluas jaringan tambang bawah tanah serta agenda eksplorasi.

Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra menyampaikan bahwa perseroan bakal memulai fase konstruksi untuk memperbesar kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun pada 2026.

“Proyek ini ditargetkan meningkatkan produksi emas serta mengoptimalkan nilai aset perseroan ke depannya,” ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Di samping ekspansi sarana pengolahan, ARCI turut melanjutkan pengerjaan tambang bawah tanah di beberapa area konsesi dan memperlebar kegiatan eksplorasi demi memaksimalkan potensi sumber daya serta cadangan emas.

Terkini