Ramos-Horta Bawa 20 Peraih Nobel Temui Presiden Prabowo di Istana

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:53:31 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta mengajak sekitar 20 delegasi yang terdiri atas para penerima penghargaan Nobel saat melaksanakan kunjungan dan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Jumat (28/8/2026).

Informasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir pada saat memberikan keterangan pers menjelang agenda rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jumat (28/8/2026).

“Jadi hari ini Presiden Ramos-Horta membawa sekitar 20 delegasi yang merupakan Nobel Laureate,” ucap Arrmanatha.

Menurut keterangannya, rombongan delegasi itu sebelumnya telah menghadiri sebuah forum pertemuan ilmiah mengenai sains di Timor-Leste yang diselenggarakan pada rentang waktu 24 sampai 26 Agustus 2026. Maksud kedatangan mereka menuju Jakarta ialah untuk melakukan pertemuan serta berdiskusi langsung bersama Presiden Prabowo.

“(Mereka) habis dari suatu pertemuan mengenai science di Timor-Leste yang pertemuannya diadakan tanggal 24-26,” terangnya.

Lebih lanjut, Arrmanatha memaparkan bahwa para peraih Nobel yang ikut mendampingi kunjungan Ramos-Horta datang dari beragam latar belakang bidang ilmu. Tidak hanya dari penerima penghargaan Nobel Perdamaian, rombongan tersebut turut mencakup figur-figur peraih Nobel di bidang ilmu pengetahuan sains, kimia, pangan, serta sektor lainnya.

“Ya ini adalah delegasi yang mendampingi Bapak Presiden Ramos-Horta adalah penerima Nobel Laureate ya, dari berbagai bidang. Ada yang dari perdamaian, dari science, dari chemistry, dari pangan dan lain-lain,” jelas Arrmanatha.

Agenda pertemuan ini tercatat menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian kunjungan kenegaraan Ramos-Horta ke Indonesia serta pertemuannya dengan Presiden Prabowo. 

Kehadiran para peraih Nobel tersebut diharapkan mampu merintis ruang pertukaran gagasan serta pandangan terkait berbagai isu penting, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta bidang strategis yang lain.

Terkini