Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah, Prabowo Ungkap Tak Jadi Mandataris

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:34:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus meresmikan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan secara terbuka bahwa dukungan masif yang diberikan oleh Nahdlatul Ulama (NU) serta Muhammadiyah memegang peranan krusial yang sangat mendasar dalam perjalanan karier politik dirinya hingga sukses terpilih menduduki jabatan kursi kepresidenan. 

Berdasarkan alasan tersebut, Prabowo menyatakan komitmen penuh untuk senantiasa memperkuat serta memberdayakan eksistensi kedua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di tanah air tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo di hadapan para kiai dan jamaah saat memberikan taklimat resmi dalam agenda pembukaan perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Kamis.

“Kalau saya sebagai presiden mandataris dari rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris dari rakyat,” kata Prabowo.

Prabowo menuturkan bahwa dirinya senantiasa memikirkan pelbagai rumusan langkah strategis guna membesarkan, memperkokoh, serta mendongkrak kapasitas pemberdayaan organisasi Nahdlatul Ulama, yang turut mencakup jaringan lembaga pendidikan pesantren di bawah naungan struktur NU.

“Saya tidak ragu-ragu, saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” ujarnya.

Dalam momentum kesempatan yang sama, Prabowo tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kehormatan besar yang telah dianugrahkan kepadanya untuk bisa hadir secara langsung dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU.

“Saya tentunya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar yang diberikan kepada saya sebagai Presiden Republik Indonesia yang kedelapan hadir di Muktamar ke-35,” katanya.

NU dan Muhammadiyah Disebut Aset Bangsa Lebih jauh ke depan, Prabowo memaparkan pandangannya bahwa organisasi NU selalu konsisten hadir mengawal pelbagai momentum peristiwa penting yang dialami bangsa Indonesia, terkhusus tatkala negara tengah berada dalam situasi terjepit krisis. Ia menilai bahwa cakupan kontribusi peran NU tidak sekadar beririsan dengan urusan kehidupan keagamaan semata, melainkan turut menjadi fondasi penjaga stabilitas keamanan nasional, perdamaian, serta arah masa depan Indonesia.

“Selamat bermuktamar Nahdlatul Ulama. Hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini, dalam krisis-krisis bangsa ini. Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas keamanan, perdamaian dan masa depan bangsa Indonesia,” tutur Prabowo.

Prabowo turut menyinggung ihwal pernyataan yang sebelumnya dilontarkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, serta Kiai Haji Hasib Wahab di dalam forum yang sama. 

Ia menyatakan kesepakatannya bahwa kedekatan sinergis antara pihak pemerintah atau umara dengan kalangan ormas Islam merupakan prasyarat mutlak demi menjaga stabilitas keamanan serta memacu kebangkitan nasional bangsa.

“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah,” ujarnya.

Menutup rangkaian pidato sambutannya, Prabowo bahkan sempat melontarkan nada gurauan perihal status kartu keanggotaan NU yang hingga detik itu belum kunjung diserahkan kepadanya. Ia berkelakar bahwa dirinya siap untuk kembali memenuhi undangan hadir dalam acara penutupan Muktamar apabila kartu identitas keanggotaan tersebut telah resmi diberikan.

“Tadi hanya Gus Yahya, aku belum dikasih kartu NU, jadi masih utang sama saya. Kalau bisa sebelum penutupan Muktamar,” kata Prabowo.

Prabowo kembali menegaskan kembali pandangan prinsipilnya mengenai esensi nilai strategis yang begitu besar dari kehadiran NU dan Muhammadiyah bagi bangunan keutuhan Indonesia.

“Nahdlatul Ulama aset bangsa yang sangat-sangat besar, sama dengan Muhammadiyah. Ojo lali,” ujar Prabowo.

Terkini