Kenapa Rambut Hitam Susah Langsung Jadi Pirang Saat Bleaching?

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:30:32 WIB
Ilustrasi rambut pirang [FOTO: NET].

JAKARTA - Tren rambut pirang, khususnya varian warna platinum blonde, tengah digandrungi dan sering dijadikan opsi utama bagi mereka yang ingin mengubah penampilan secara drastis. Kendati demikian, nuansa warna tersebut tidak selalu bisa diperoleh hanya lewat sekali tahapan bleaching, terlebih pada jenis rambut yang mempunyai warna asal sangat gelap.

Proses bleaching sendiri beroperasi dengan cara melunturkan pigmen alami rambut agar gradasi warnanya berubah menjadi jauh lebih terang. Semakin jauh jarak antara warna dasar rambut dengan target warna pirang yang diidamkan, kian banyak pula jumlah pigmen yang wajib dieliminasi.

Mengutip ulasan dari Marie Claire, penata rambut spesialis kalangan selebritas Kristin Ess memaparkan bahwa transisi menuju warna platinum blonde menuntut atensi ekstra, terkhusus manakala kondisi rambut awal tergolong gelap atau bertekstur kasar.

Lantas, apa yang mendasari alasan rambut hitam tidak dianjurkan langsung menjalani bleaching ekstrem hingga berubah menjadi pirang dalam sekali jalan?

Semakin Banyak Pigmen yang Harus Diangkat Warna dasar rambut manusia dikendalikan oleh kandungan pigmen yang tersimpan di dalam struktur batang rambut. Tatkala helai rambut hitam hendak disulap menjadi pirang terang, proses bleaching dipaksa meluruhkan pigmen dalam kuantitas yang jauh lebih masif.

Ess menjelaskan bahwa tingkat kegelapan warna asal rambut turut memegang kendali penuh dalam menentukan tingkat kesulitan proses pencerahan yang diperlukan.

“Semakin gelap warna rambut alami, semakin banyak pigmen yang perlu dihilangkan untuk mencapai tingkat platinum, sehingga prosesnya menjadi lebih keras,” tuturnya.

Oleh sebab itu, rambut hitam tidak selamanya sanggup langsung menggapai level warna pirang pucat hanya dalam satu sesi pengerjaan. Memaksakan tahapan pencerahan secara berlebihan juga berpotensi mendongkrak risiko rambut mengalami kekeringan hingga kerusakan parah.

Tekstur Rambut Juga Berpengaruh Bukan sekadar faktor warna dasar semata yang menentukan keberhasilan proses bleaching. Aspek tekstur rambut pun wajib diperhitungkan secara matang.

Helai rambut yang bertekstur lebih kasar umumnya menuntut usaha ekstra untuk diangkat warnanya jika dibandingkan tipe rambut bertekstur halus. Ess membeberkan bahwa rambut dengan karakteristik gelap sekaligus kasar memerlukan perhatian khusus karena prosedur pencerahannya bakal memberikan tekanan fisik yang jauh lebih berat pada helai rambut.

Berbekal situasi tersebut, seorang penata rambut profesional wajib menetapkan standar tingkat pencerahan yang realistis dengan berpijak pada kondisi faktual rambut klien, bukan sekadar menuruti ambisi warna yang diinginkan.

Bleaching Bisa Membuat Rambut Kering Fase transisi menuju rona pirang terang melibatkan penggunaan senyawa kimiawi seperti hidrogen peroksida atau cairan bleaching yang memicu perombakan struktur kimia pada bagian kutikula rambut.

Ess menerangkan bahwa betapapun formula racikan produk salon diracik sedemikian rupa agar lebih ramah, prosedur pencerahan tetap berpotensi besar memicu rambut menjadi kering serta mengalami tingkat kerusakan tertentu.

“Bagaimanapun juga, menjadi pirang platinum akan membuat rambut rusak sampai tingkat tertentu,” ujar Ess.

Maka dari itu, kesehatan aktual rambut hendaknya dicermati secara saksama sebelum seseorang membulatkan tekad melakukan transformasi warna secara drastis.

Jangan Terburu-buru Mengejar Warna Pirang Guna menjaga kualitas kesehatan rambut agar tetap prima, proses bleaching sebaiknya ditempuh secara bertahap yang disesuaikan dengan kondisi ketahanan rambut serta target warna yang ingin dicapai.

Ess turut merekomendasikan pemakaian rangkaian perawatan intensif baik sebelum maupun sesudah prosedur bleaching, khususnya bagi pemilik rambut yang secara genetik memang gelap, kasar, ataupun ikal.

Beberapa langkah perawatan yang bisa diaplikasikan di antaranya rutin memakai masker deep conditioning serta produk penunjang yang berfungsi memperkokoh ikatan kimia pada serat helai rambut.

Di samping itu, keahlian dan pengalaman sang penata rambut juga memegang peranan krusial, terlebih manakala target akhir penataannya adalah nuansa platinum blonde.

Kesimpulannya, alasan di balik sulitnya rambut hitam berubah menjadi pirang dalam sekali bleaching bukanlah semata-mata karena faktor kepekatan warna hitamnya, melainkan volume pigmen di dalamnya yang menuntut proses pengangkatan lebih masif. Semakin ekstrem perubahan warna yang didambakan, kian penting pula bagi kita untuk waspada memperhatikan kesehatan rambut serta menjalankan prosedurnya secara hati-hati.

Terkini