Kinerja Keuangan Positif, BWPT Kaji Pembagian Dividen Interim

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:44:02 WIB
Tangki penyimpanan CPO emiten perkebunan dan pengolahan sawit Grup Rajawali, PT Eagle High Plantation Tbk. (BWPT) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) memasang target pembagian dividen kepada para pemegang saham seiring dengan tren positif pertumbuhan kinerja perseroan serta rampungnya proses kuasi reorganisasi.

Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) BWPT Choong Kam Loong mengungkapkan bahwa perseroan tengah mengkaji opsi pembagian dividen interim pada tahun ini, sementara pengadaan dividen final bakal dipertimbangkan berdasarkan pencapaian kinerja keuangan tahun buku berjalan.

“Itu target kami bikin kuasi, pemegang saham setujui. Sudah jelas bahwa pemegang saham selain capital gain juga dividen. Tahun ini sedang mengkaji dividen interim sementara menunggu [dividen] finalnya tahun depan atas tahun buku 2026,” kata Kam Loong dalam Paparan Publik, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, langkah pembagian dividen tersebut menjadi salah satu target perseroan demi memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Ia menyebut para pemegang saham tidak sekadar diharapkan meraup keuntungan dari apresiasi harga saham, melainkan pula lewat pembagian dividen secara berkala.

Dalam catatan perdagangan Kamis (27/8/2026) pukul 10.40 WIB, harga saham BWPT tercatat menanjak 3,12% atau naik 3 poin ke posisi Rp99 per saham. Bahkan, dalam rentang sebulan terakhir, harga saham BWPT telah mencatatkan penguatan hingga 26,92%.

Rencana pembagian dividen ini seirama dengan penguatan performa keuangan BWPT sepanjang semester I/2026. Merujuk laporan keuangan perseroan, BWPT membukukan pendapatan sebesar Rp3,26 triliun, yang menunjukkan lonjakan 17,15% apabila dibandingkan perolehan Rp2,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, perolehan laba bersih BWPT ikut terkerek naik 22,87% menjadi Rp211,19 miliar pada semester I/2026 dari sebelumnya mencatatkan angka Rp171,89 miliar pada semester I/2025.

Sebelumnya, BWPT telah merancang aksi korporasi berupa kuasi reorganisasi dengan menghapuskan akumulasi rugi atau saldo laba negatif yang mencapai Rp3,71 triliun. Langkah strategis ini ditempuh guna menata ulang struktur permodalan perseroan melalui eliminasi saldo defisit yang selama ini membebani ekuitas.

Rencana kuasi reorganisasi itu sendiri telah memperoleh lampu hijau serta persetujuan resmi dari para pemegang saham melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 29 Juni 2026 lalu.

Terkini