PLN Indonesia Power Siap Garap Program PLTS 100 GWp Pemerintah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:20:01 WIB
Ilustrasi - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Utama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Bernadus Sudarmanta menyatakan bahwa pihak perusahaan siap mengambil peran aktif guna mendukung langkah pemerintah mempercepat pengembangan energi bersih lewat program PLTS berkapasitas daya 100 gigawatt peak (GWp).

Berdasarkan penjelasannya dalam keterangan di Jakarta, Kamis, pengembangan PLTS tidak sebatas menambah kapasitas energi terbarukan semata, namun juga memerlukan penguatan kapabilitas, inovasi teknologi, hingga kolaborasi demi memastikan pasokan energi bersih dapat disajikan secara andal dan memberi nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan nasional.

"PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan," katanya.

Bekal pengalaman, kapabilitas, serta kemitraan strategis yang dimiliki membuat PLN IP siap mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai penjuru Nusantara, sekaligus memastikan pengembangannya memberikan nilai tambah pada sistem ketenagalistrikan serta menopang terwujudnya ketahanan energi nasional.

Beberapa proyek energi surya yang masuk dalam portofolio energi terbarukan PLN IP sekaligus mendukung penguatan ketahanan dan kemandirian energi nasional di antaranya PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 megawatt peak (MWp), PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, hingga PLTS Banyuwangi 132 MWp.

Melalui sinergi bersama mitra strategis, perseroan terus memperluas potensi energi surya dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan sistem dan karakteristik daerah masing-masing.

Di Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8/2026), Presiden Prabowo Subianto, dengan didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beserta jajaran terkait, meresmikan serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan program PLTS 100 GWp. 

Agenda ini menjadi pijakan strategis dalam memperluas pemanfaatan energi surya sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penyiapan PLTS 100 GWp dalam tenggat tiga tahun merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia, sekaligus menekan ketergantungan pada energi impor.

"Program PLTS berkapasitas 100 GWp merupakan langkah besar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Target ini akan kami bangun dalam waktu sekitar tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi. Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, mengurangi ketergantungan pada energi impor, serta mengelola seluruh sumber daya energi secara efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat," ujar Prabowo.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan implementasi program PLTS 100 GW dalam kurun tiga tahun merupakan upaya nyata memperkuat ketahanan energi nasional dan mengikis ketergantungan atas impor energi.

"Hari ini kami mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar 73 miliar dolar AS atau Rp1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO2 per tahun. Program ini akan kami laksanakan secara masif dalam tiga tahun, sekaligus mendorong penggunaan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM," tuturnya.

Bernadus menambahkan bahwa partisipasi perseroan dalam program PLTS 100 GWp makin mempertegas peran perusahaan dalam mengawal transformasi energi nasional.

Dengan sokongan pengalaman, kapabilitas, dan kolaborasi yang terus dipupuk, PLN Indonesia Power berkomitmen menyajikan solusi energi yang andal, berkelanjutan, serta mendatangkan nilai tambah bagi kinerja PLN dan pembangunan nasional.

Terkini