Transaksi Harbolnas 2026 Ditargetkan Naik 10% Jadi Rp40 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:27:01 WIB
Ilustrasi belanja daring [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah membidik angka transaksi belanja masyarakat dalam gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mampu menyentuh kisaran Rp40 triliun, atau tumbuh sebesar 10% (year-on-year/YoY) apabila dibandingkan dengan capaian pada periode sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwasanya Harbolnas yang dijadwalkan bergulir pada 10–16 Desember 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak roda ekonomi pada kuartal IV/2026, beriringan dengan laju ekspansi ekonomi digital di Indonesia.

“Ekonomi digital juga terus tumbuh hingga mencapai sekitar US$100 miliar pada 2025. Indonesia juga menjadi salah satu pasar andalan untuk video commerce. Jadi, masyarakat berjualan menggunakan video, tetapi konsumennya bertransaksi secara daring,” ujar Airlangga dalam Kick Off Harbolnas 2026, Kamis (27/8/2026).

Airlangga membeberkan bahwa populasi penjual daring saat ini telah menyentuh kisaran 800.000. Sementara itu, akumulasi transaksi video commerce melesat hampir 90% hingga mencapai angka 2,6 miliar transaksi. Perkembangan pesat ini secara beriringan mengubah lanskap perdagangan, salah satunya melalui pemanfaatan fitur siaran langsung guna memajarkan serta memasarkan produk secara online.

Kenaikan tersebut ditopang oleh basis pengguna media sosial yang amat masif. Jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia tercatat menginjak angka sekitar 180 juta dengan laju pertumbuhan sekitar 26% per tahunnya.

Menurut pandangan Airlangga, adopsi kecerdasan buatan (AI) pada ekosistem e-commerce turut memegang peranan krusial bagi pertumbuhan niaga digital. Teknologi ini sanggup dimaksimalkan untuk merancang algoritma yang menyelaraskan tawaran produk dengan preferensi konsumen, sekaligus melapangkan jalan bagi pelaku industri serta UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

“Harbolnas tahun lalu kami mencapai transaksi sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan meningkat minimal 10%. Dengan demikian, target transaksi Harbolnas tahun ini mencapai sekitar Rp40 triliun,” jelas Airlangga.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memaparkan bahwa nilai transaksi Harbolnas 2025 turut mengalami lonjakan 17% dari capaian Harbolnas 2024 yang membukukan nilai Rp31,2 triliun. Dari keseluruhan total perputaran dana tersebut, produk buatan lokal menyumbangkan Rp16,6 triliun atau setara 45%. 

Tiga kategori komoditas lokal yang paling digandrungi pembeli mencakup busana serta kelengkapan olahraga, produk perawatan tubuh, serta makanan dan minuman.

“Harbolnas 2026 akan diselenggarakan selama 10–16 Desember 2026, dengan nilai transaksi yang diharapkan meningkat sekitar 5%–10% dibandingkan capaian Harbolnas 2025,” ujar Budi.

Pada perhelatan periode ini, Harbolnas tidak hanya terbatas pada aktivitas jual beli barang, tetapi juga mencakup aneka bentuk jasa layanan. Kehadiran platform digital memungkinkan para pembeli mengakses sektor jasa, pemesanan akomodasi, pembelian tiket, sesi konsultasi, serta beragam layanan digital lainnya. Keikutsertaan platform pun diperluas dengan merangkul online retail, ride-hailing, social commerce, hingga pelbagai platform perdagangan serta jasa digital lainnya.

Terkini