Dukung Investasi Anak, Menteri PPN Apresiasi Peran Penting UNICEF

Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:49:32 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai United Nations Children's Fund (UNICEF) sebagai lembaga yang memegang peranan vital dalam menyukseskan investasi jangka panjang bagi anak.

“Investasi pada anak-anak bukan sekadar kebutuhan, tetapi merupakan keharusan. Oleh karena itu, banyak strategi dan program pemerintah Indonesia yang menyasar tidak hanya anak tetapi juga ibu,” ucapnya dalam pertemuan dengan Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman, dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Tercatat, Pemerintah Indonesia bersama UNICEF meresmikan penandatanganan Basic Country Agreement (BCA) pada 1966, serta telah menjalin kolaborasi hingga 13 siklus rencana aksi lima tahun lewat Country Programme Action Plan (CPAP). Pengaplikasian rencana aksi ini mencakup bidang gizi, kesehatan, sanitasi (WASH), pendidikan, perlindungan anak, hingga perumusan kebijakan sosial.

Pemerintah Indonesia sendiri telah memosisikan anak sebagai prioritas utama pada pelbagai program, semisal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengincar sasaran anak serta ibu hamil, hingga peluncuran Kerangka Kerja Nasional perihal pencegahan angka kematian ibu dan anak.

Oleh karena itu, Bappenas bersama UNICEF siap terus memperkuat jalinan kerja sama pada beragam sektor guna menopang ketercapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), terkhusus yang berkaitan dengan hak-hak anak.

“Human investment tidak dapat dirasakan manfaatnya secepat membangun pabrik, kami butuh waktu lebih. Jika kami menyelesaikan permasalahan saat ini, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi selanjutnya atau dua generasi berikutnya atau bahkan oleh generasi ke-3,” ungkap Kepala Bappenas.

Maniza Zaman turut menggaransi pemberian dukungan teknis beserta jalinan kerja sama dari pihak UNICEF. Langkah ini mengingat terhitung mulai September 2026, estafet kepemimpinan Maniza Zaman di UNICEF Indonesia bakal dilanjutkan oleh Thomas Davin.

“Kemitraan strategis ini diharapkan terus berlanjut guna menghasilkan best practices yang dapat diadopsi menjadi kebijakan nasional,” kata dia.

Terkini