Poin Kunjungan Prabowo ke NTT: Kawal Bantuan dan Rencana Pemulihan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Bataliyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Subianto melangsungkan agenda kunjungan kerja menuju kawasan terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Peninjauan ini digelar guna menyaksikan langsung kondisi warga sekaligus memastikan alur penanganan bencana beserta penyaluran bantuan masyarakat berjalan secara efektif.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menerangkan bahwasanya semenjak awal Presiden telah menginstruksikan agar penanganan kondisi darurat gempa dan pendistribusian pasokan bantuan dilaksanakan secara cepat, terarah, serta merata di pelbagai titik terdampak. 

Merujuk pada rincian data penanganan per 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, gempa NTT tercatat mengakibatkan 103 jiwa meninggal dunia, 1.666 orang mengalami luka atau sakit, serta 185.131 orang berada di pengungsian. Kerusakan juga melanda puluhan ribu hunian warga beserta sarana kesehatan, sarana pendidikan, perkantoran, tempat ibadah, hingga jaringan jalan.

Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan dirinya sengaja tidak serta-merta datang menuju wilayah terdampak pada fase awal bencana, yakni agar instansi teknis dapat lebih fokus mencurahkan energi dalam menyalurkan pelayanan dan bantuan kepada warga.

“Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” kata Prabowo.

Menurut sudut pandangnya, kehadiran terlalu banyak pejabat instansi pusat di lokasi musibah pada tahapan awal justru berpotensi mengacaukan konsentrasi jajaran pemerintah daerah. Para pejabat daerah terancam tersita waktunya demi menyambut maupun mendampingi rombongan pejabat pusat. 

Prabowo menilai situasi tersebut sanggup menggeser fokus utama pemerintah, yaitu menghadirkan pelayanan dan pengiriman bantuan secara cepat bagi masyarakat terdampak.

Prabowo menegaskan pihak pemerintah pusat terus mengawal perkembangan penanggulangan gempa kendati dirinya tak serta-merta mendatangi lokasi. Menurut pertimbangannya, poin terpenting yang wajib dituntaskan pemerintah pusat yaitu memobilisasi segenap sumber daya, pelayanan, serta pasokan bantuan yang dibutuhkan publik. 

Ia menganggap kunjungan pejabat ke titik bencana tak akan berdampak efektif bila tak dibarengi kemampuan menghadirkan solusi dan mengirimkan bantuan konkret.

Setelah memperoleh laporan perkembangan penanganan dari instansi terkait, Prabowo menganggap jajaran pemerintah telah melangsungkan langkah maksimal dalam merespons musibah. Namun demikian, ia menegaskan pemerintah wajib terus berupaya menyajikan pelayanan yang makin optimal bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengutarakan pula apresiasi tinggi kepada segenap jajaran instansi yang terlibat dalam penanggulangan bencana di NTT. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih bagi BNPB, jajaran kementerian, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta deretan pemerintah daerah. Prabowo menyebut seluruh unsur terkait telah bekerja keras menghadirkan respons cepat. 

Ia pun memberikan apresiasi bagi gubernur beserta para bupati yang bersiaga di garis depan. Menurutnya, kepala daerah merupakan figur pimpinan yang berada paling dekat dengan warga sehingga perannya vital dalam menjamin kebutuhan pengungsi segera tertangani.

Melalui Sekretariat Presiden, pemerintah telah mengalirkan pasokan bantuan logistik beserta perlengkapan sepanjang kurun 15–24 Agustus 2026. Alokasi bantuan mencakup 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, serta 10,29 ton air mineral. Di samping kebutuhan pokok, bantuan yang disalurkan meliputi obat-obatan, tenda, selimut, matras, perangkat komunikasi, hingga dua unit rumah sakit lapangan.

Pemerintah turut memperkuat pelayanan medis bagi warga terdampak gempa lewat pengerahan pelbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. Prasetyo memaparkan KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah berlabuh di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, untuk difungsikan sebagai rumah sakit lapangan. 

Sementara itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga disiagakan di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur. Dukungan pelayanan medis juga ditopang lewat pendirian rumah sakit lapangan tingkat daerah di RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan atas rencana pembukaan lahan pertanian seluas 8.000 hektare di Kabupaten Nagekeo. Pemerintah siap menjamin ketersediaan pasokan air dan jaringan irigasi demi menopang pengembangan area tersebut. 

Prabowo menginstruksikan pemda memastikan ketersediaan sumber air, baik bersumber dari bendungan maupun opsi lain seperti pengeboran dan desalinasi. Jika pembangunan irigasi tuntas, pemerintah pusat siap mendukung penuh pembukaan lumbung pangan tersebut.

Selain sektor pertanian, Prabowo mengusulkan agar sekitar 100 hektare lahan di kawasan pesisir dimanfaatkan untuk budi daya perikanan. Ia juga mendorong pengenalan teknologi desalinasi untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah kepulauan, dengan melibatkan BRIN, Unhan, TNI, serta perguruan tinggi teknik.

Di samping itu, Prabowo menyoroti kian menyusutnya tutupan hutan di NTT dan menyerukan penguatan edukasi pembukaan lahan tanpa cara membakar. Ia menginstruksikan pembentukan tim gabungan dan pendirian pusat pembibitan (nursery) untuk mempercepat langkah penghijauan kembali. Prabowo optimistis area gundul dapat kembali hijau dalam waktu satu dekade jika program permaculture dan reboisasi dijalankan secara konsisten.

Prabowo turut menaruh atensi pada kelangsungan kegiatan belajar anak-anak terdampak gempa dengan menginstruksikan penyediaan tenda-tenda sekolah agar proses pendidikan tetap berjalan. Lebih lanjut, ia meminta keterlibatan aktif TNI, Polri, serta perguruan tinggi untuk mengawal program penghijauan dan pemulihan secara berkesinambungan. 

Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan tahapan penanganan akan berlanjut ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi demi mengembalikan kehidupan masyarakat NTT secara normal.

Terkini