Koreksi Buku BUMN, Danantara Proyeksi Capai Rp100 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:06:31 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara. (Foto: NET)

JAKARTA - Danantara memperkirakan nilai penyesuaian pembukuan serta pelepasan kerugian dalam agenda pemulihan BUMN Karya, PT Pos Indonesia (Persero), bersama dana pensiun berpeluang mencapai kisaran angka Rp100 triliun. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria memaparkan bahwa restrukturisasi portofolio BUMN sebetulnya sudah tuntas 70% pada segmen aset sehat.

Kendati demikian, fokus penataan saat ini beralih pada sisa 30% aset bermasalah atau kategori bad bank yang mencakup BUMN Karya, PT Pos, serta dana pensiun. 

Dony menjelaskan bahwa penyelesaian pemulihan pada ketiga entitas tersebut mewajibkan adanya penyesuaian laporan keuangan lewat metode penurunan nilai aset (impairment) sampai pelepasan aset rugi atau cut loss.

Kebijakan itu menjadi kelanjutan dari tahap awal pembenahan yang sebelumnya sukses merealisasikan penataan neraca senilai Rp135 triliun. Menyongsong masa depan, estimasi anggaran transformasi ketiga sektor tersebut diperkirakan menyentuh angka Rp100 triliun.

“Ke depannya mungkin akan ada lagi sekitar Rp100 triliun untuk menyelesaikan ini. Namun, harapannya tidak sampai segitu. Koreksi, impairment, cut loss dan lain sebagainya terpaksa harus kami lakukan,” ujar Dony baru-baru ini.

Khusus PT Pos Indonesia (Persero), Dony menetapkan target agar seluruh rangkaian transformasi dan pembersihan pembukuan tuntas pada penghujung tahun ini, selaras dengan konsolidasi lingkup BUMN Karya serta perbaikan dana pensiun. 

Guna mengantisipasi terulangnya praktik pembukuan bermasalah kelak, Dony menegaskan bahwa pihak Danantara turut menggandeng BPK, BPKP, hingga Kejaksaan Agung demi mengawal keseluruhan proses penyehatan.

Secara bersamaan, pembenahan laporan keuangan ini turut beriringan dengan langkah pemangkasan jumlah anak dan cucu usaha BUMN secara besar-besaran. 

Sepanjang penataan tersebut, Pertamina tercatat memangkas 124 anak perusahaan, Telkom Indonesia merampingkan 50 anak usaha dari total 68 menjadi 18 entitas, sementara Pupuk Indonesia memotong lebih dari 40 anak perusahaan.

Terkini