Stok Pertalite Bengkulu Aman, Pertamina Bongkar 4.000 KL BBM

Rabu, 26 Agustus 2026 | 03:45:01 WIB
PT Pertamina Patra Niaga. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Provinsi Bengkulu tetap terkendali seusai kapal pengangkut muatan dengan volume 4.000 kiloliter (kl) merapat di Pelabuhan Pulau Baai.

"Alhamdulillah, untuk perkembangan stok Pertalite di wilayah Bengkulu sejauh ini aman. Kapal MT Gaharu membawa kargo Pertalite sekitar 4.000 kl sudah sampai di Bengkulu kemarin sore. Saat ini sedang dalam proses bongkar," ujar Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga Mochammad Farid Akbar di Bengkulu, Rabu.

Farid menjelaskan bahwa kegiatan bongkar muat kargo Pertalite tersebut diproyeksikan rampung pada Rabu siang agar distribusi BBM ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dapat kembali berjalan optimal sejak hari yang sama.

Melalui tambahan suplai sebanyak 4.000 kl tersebut, pihak perusahaan memproyeksikan cadangan Pertalite sanggup mencukupi keperluan distribusi di Bengkulu dalam kurun waktu sekitar tujuh sampai delapan hari ke depan.

"Kalau 4.000 kl itu bisa tahan sampai sekitar tujuh sampai delapan hari sebelum kapal nanti datang lagi," ucap Farid.

Guna mempertahankan kontinuitas pasokan, Pertamina telah menyusun jadwal kedatangan armada kapal berikutnya pada rentang 28 hingga 29 Agustus 2026 yang diestimasi mengangkut sekitar 3.500 kl Pertalite menuju Bengkulu.

Lebih lanjut, Farid mengharapkan kondisi cuaca di perairan bersahabat guna mendukung kelancaran pelayaran, sehingga armada pengangkut BBM susulan bisa tiba tepat waktu tanpa menghambat kontinuitas pasokan Pertalite ke jaringan SPBU.

Sebelumnya, pengiriman BBM dari Terminal Pulau Baai sempat ditunda selama tiga hingga empat jam akibat adanya aktivitas bongkar muat kapal yang menuntut penerapan standar keselamatan kerja secara ketat di area operasional terminal.

"Karena aktivitas bongkar muat di pelabuhan, otomatis penyaluran di Pulau Baai kami hold dulu untuk memastikan aspek safety di wilayah operasional terminal Pulau Baai aman. Jadi kemarin memang sempat penyaluran kami tahan sekitar tiga sampai empat jam," terang Farid.

Menurut keterangannya, situasi tersebut memicu keterlambatan suplai selama tiga hingga empat jam di sejumlah SPBU wilayah perkotaan, di samping faktor cuaca perairan yang turut mempengaruhi ketepatan waktu kedatangan kapal.

Kendati demikian, pihak perusahaan memastikan bahwa proses distribusi Pertalite telah beroperasi normal kembali, di mana manajemen terus mengelola jadwal kedatangan armada berikutnya demi menjamin stabilitas stok BBM di Bengkulu.

"Kami harapkan mulai hari ini dan seterusnya kapal tepat waktu dan tidak ada kendala," pungkasnya.

Terkini

Telkom Bidik Potensi Cuan Ekonomi Digital RI

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:02:02 WIB

VISI Caplok Hasna Medika Rp286 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:59:01 WIB