ABII Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pemasok Utama Biochar Global

Rabu, 26 Agustus 2026 | 01:36:02 WIB
Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII). (Foto: NET)

JAKARTA - Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar dalam mendirikan industri biochar terintegrasi mulai dari tahap produksi sampai sertifikasi yang bernilai ekonomis, ditunjang ketersediaan bahan baku biomassa serta tingginya permintaan global.

Ketua Umum ABII Hashim Djojohadikusumo menjelaskan bahwa biochar kini berperan sebagai bagian industri penghubung antara sektor pertanian, tata kelola biomassa, hingga ekonomi karbon, bukan sekadar isu lingkungan semata.

"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global,” ujar Hashim dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Lebih lanjut, Hashim mengungkapkan bahwa permintaan produk tersebut tergolong tinggi di pasaran, sementara negara penyuplai dalam skala besar masih terbatas. 

Menurut pandangannya, meskipun pasokan di dalam negeri belum masif, peluang pasar biochar nasional bersumber dari konsumen serta perusahaan asal Jepang beserta negara-negara yang menghadapi kendala sektor pertanian akibat perubahan cuaca ekstrem.

Sebagai contoh, Arab Saudi memerlukan biochar guna memperbaiki daya simpan kelembapan tanah dalam rangka program penghijauan kawasan gurun pasir.

Meski demikian, prospek pasar tersebut menuntut penguatan fasilitas penunjang industri, khususnya terkait aspek standar serta mutu produk. 

Menanggapi hal itu, ABII bekerja sama dengan IDSurvey lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) guna merumuskan standar biochar nasional, laboratorium berstandar global, mekanisme uji dan kontrol kualitas, serta kerangka sertifikasi.

Direktur Utama IDSurvey Arisudono Soerono berpendapat bahwa kapasitas produksi semata belum memadai untuk membentuk industri biochar yang tangguh bersaing. Stabilitas mutu serta teknik pengujian komparatif memegang peranan krusial supaya produk nusantara mendapat kepercayaan di kancah internasional.

“Pengembangan laboratorium dan standar nasional yang kredibel akan meningkatkan kepercayaan pasar serta mendukung daya saing biochar Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.

Arisudono menambahkan bahwa IDSurvey siap memfasilitasi pembangunan infrastruktur laboratorium, metode pengujian, standardisasi, layanan konsultasi, validasi dan verifikasi inisiatif karbon, sampai perumusan skema sertifikasi. 

Pihak IDSurvey pun membidik target agar kapabilitas laboratorium dan skema sertifikasi hasil kolaborasi dengan ABII bisa mengantongi pengesahan dari World Biochar Certification (WBC) demi mendongkrak kredibilitas komoditas nasional pada perdagangan global.

Di sisi lain, Executive Director ABII Phil Rickard menuturkan bahwa ekosistem biochar di tanah air telah bertransformasi dari fase riset serta proyek rintisan menjadi sektor industri yang merangkul unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta konsumen. Kapasitas fasilitas pengolahan biochar bahkan telah berekspansi ke setidaknya enam provinsi baru.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah menyaksikan biochar berkembang dari sebuah teknologi menjadi sebuah industri, dan kini menuju sebuah ekosistem,” kata Phil.

Di samping sektor komersial biochar, ekspansi industri ini turut menyimpan potensi integrasi bersama bursa karbon lewat program carbon removal

ABII juga aktif mempromosikan pemanfaatan biochar pada bidang pertanian, termasuk penggabungannya dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) guna mendongkrak hasil panen sekaligus mereduksi emisi gas metana.

Lewat penguatan aspek standarisasi, laboratorium uji, sertifikasi, serta regulasi Nilai Ekonomi Karbon, Indonesia dinilai mempunyai kesempatan emas untuk mengonversi potensi biomassa menjadi komoditas unggulan baru sekaligus mengukuhkan posisi sebagai salah satu sentra industri biochar serta carbon removal di kawasan Asia Pasifik.

Biochar merupakan bahan padat kaya karbon yang mirip dengan arang, dibuat dengan bahan limbah organik melalui proses pemanasan atau pembakaran.

Terkini