WEGE Raih Kontrak Baru Rp775 Miliar hingga Agustus 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:07:51 WIB
Logo Wika Gedung [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) sukses mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp775 miliar hingga kurun waktu bulan Agustus 2026. Angka perolehan tersebut tercatat melonjak tinggi hingga mencapai 568 persen apabila dikomparasikan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sekadar membukukan angka Rp116 miliar.

Corporate Secretary WEGE Purba Yudha Tama menyampaikan bahwa mayoritas perolehan kontrak baru perseroan sampai dengan Agustus 2026 didominasi oleh proyek-proyek pemerintah dengan tingkat kontribusi mencapai porsi 83 persen. Sementara itu, sisa porsi 17 persen lainnya bersumber dari proyek-proyek yang dianugerahkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Per Agustus 2026, perseroan mencatatkan peningkatan perolehan kontrak baru sebesar 568% atau senilai Rp775 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya senilai Rp116 miliar,” ujar Purba Yudha Tama dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026).

Meninjau berdasarkan klasifikasi tipologi proyeknya, segmen fasilitas publik menduduki posisi sebagai kontributor terbesar dengan menguasai porsi 63 persen dari total keseluruhan kontrak baru. Di sisi lain, sisa 37 persen porsi sisanya berasal dari lini pengembangan proyek residensial.

Deretan proyek yang berhasil dikantongi oleh WEGE di antaranya mencakup pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang, Hunian ASN Aceh, proyek penanganan pascadarurat Sumatra Utara, proyek pascadarurat Sumatra Barat, serta proyek pembangunan BRT Sumatra Utara (Mebidang).

Perseroan turut mengamankan proyek Sekolah Garuda Kaltara melalui skema kerja sama operasi (JO), Office Keet SR Aceh, RSUD Rupit melalui JO, Modular Internal Huntara Aceh, RDBI Sumut, Huntara Tegal, Hunian Puskesmas Lokop Aceh, Huntara Tamiang 4 Danantara, proyek pembangunan Poliklinik Temanggung, hingga fasilitas rumah sakit di wilayah Kalimantan Selatan.

Di tengah situasi iklim industri konstruksi yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan, pihak perseroan juga senantiasa berupaya menjaga kesehatan kondisi fundamental keuangannya. 

Purba memaparkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) WEGE per Juni 2026 berada pada level yang terjaga di angka 0,98 kali. Sementara itu, rasio porsi utang berbunga tercatat berada di kisaran rendah yakni 0,07 kali saja.

Perseroan juga tercatat tidak memiliki tanggungan beban utang obligasi maupun instrumen sukuk. Kondisi keuangan yang sehat tersebut memberikan ruang keleluasaan bagi WEGE guna mengoptimalkan fleksibilitas leverage operasional tanpa terbebani oleh tingginya komponen biaya keuangan. 

Rendahnya porsi utang berbunga turut membuat perseroan memiliki tingkat eksposur yang relatif terbatas terhadap fluktuasi suku bunga pasar.

Di samping itu, kondisi tersebut turut menghadirkan ruang likuiditas yang memadai guna mendanai kebutuhan modal kerja sekaligus menyerap peluang pengerjaan proyek-proyek strategis.

Selain agresif memburu kontrak baru, pihak WEGE tengah mengeksekusi serangkaian langkah transformasi korporasi demi memperkokoh posisi likuiditas serta struktur keuangan. Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah melalui optimalisasi portofolio aset.

 Perseroan merancang rencana divestasi atas sejumlah aset yang dinilai potensial untuk dioptimalkan dengan estimasi nilai mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Aset-aset tersebut meliputi Fave Hotel Karawang, area Menara MTH lantai 10 dan 15, de Braga Bandung, Graha Mantap, serta sejumlah aset lahan perseroan yang berlokasi di daerah Lombok, Samarinda, dan beberapa wilayah lainnya.

"Langkah optimalisasi aset tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset sekaligus memperkuat fokus WEGE pada bisnis inti di bidang konstruksi," imbuhnya.

Melalui perpaduan antara pertumbuhan perolehan kontrak baru, kedisiplinan pengelolaan keuangan, serta optimalisasi portofolio aset, WEGE berkomitmen membangun struktur ketahanan usaha yang jauh lebih sehat, adaptif, serta berkelanjutan di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

Terkini