Catat Laba Bersih Rp51,73 Miliar, Bank Sulselbar Syariah Tumbuh 7,93%

Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:35:01 WIB
Kantor Bank Sulselbar [FOTO: NET].

JAKARTA - Unit Usaha Syariah Bank Sulselbar atau yang dikenal sebagai Bank Sulselbar Syariah sukses membukukan perolehan laba bersih senilai Rp51,73 miliar sepanjang periode semester I/2026. 

Capaian positif tersebut terpantau mengalami pertumbuhan sebesar 7,93 persen secara tahunan (year on year/YoY) apabila dikomparasikan dengan perolehan pada kurun waktu yang setara di tahun sebelumnya yang berada di angka Rp47,93 miliar.

Berdasarkan lembar laporan keuangan yang dipublikasikan melalui Harian Bisnis Indonesia edisi terbitan Rabu (26/8/2026), eskalasi perolehan laba bersih selama semester I/2026 tersebut utamanya ditopang oleh lonjakan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang meroket signifikan sebesar 32,12 persen (YoY) hingga menyentuh angka Rp88,69 miliar. 

Pada semester I/2026 sendiri, pos pendapatan setelah distribusi bagi hasil tercatat sebesar Rp67,13 miliar.

Komponen perolehan pendapatan komisi beserta pos pendapatan lainnya turut memberikan andil besar dalam menopang kinerja laba Bank Sulselbar Syariah. Hingga batas pencatatan Juni 2026, pihak bank mencatatkan pundi-pundi pendapatan komisi senilai Rp1,25 miliar, yang menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 13,82 persen (YoY). 

Di samping itu, pos pendapatan lain-lain turut membukukan pertumbuhan sebesar 18,05 persen (YoY) dari catatan periode tahun lalu senilai Rp7,70 miliar menjadi Rp9,09 miliar pada semester I/2026.

Adapun besaran nilai laba operasional perseroan tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 8,08 persen (YoY) menjadi Rp52,00 miliar, merangkak naik dari posisi perolehan periode sebelumnya di tahun lalu yang menorehkan angka Rp48,11 miliar. Sebaliknya, Bank Sulselbar Syariah turut mencatatkan pos rugi nonoperasional sebesar Rp266,00 juta hingga berakhirnya bulan Juni 2026.

Meninjau dari sudut pandang fungsi intermediasi, total volume pembiayaan yang berhasil disalurkan oleh pihak perseroan mencapai kisaran Rp550,29 miliar, atau menanjak tajam sebesar 35,23 persen (YoY) apabila disandingkan dengan catatan periode serupa tahun lalu yang bertengger di angka Rp406,92 miliar. 

Sementara itu, total keseluruhan aset perseroan mengalami eskalasi kenaikan sebesar 51,55 persen (YoY) hingga menembus level Rp4,84 triliun.

Pada momentum yang bersamaan, instrumen himpunan dana simpanan wadiah perseroan melesat naik sebesar 22,25 persen (YoY) dari posisi Rp754,44 miliar pada Juni 2025 menjadi sebesar Rp922,33 miliar per Juni 2026. 

Lonjakan peningkatan yang jauh lebih masif turut terjadi pada pos dana investasi nonprofit sharing yang meroket hingga 172,59 persen (YoY) hingga mencapai angka Rp2,08 triliun sampai dengan penutupan akhir bulan Juni 2026.

Kendati demikian, dari segi parameter kualitas aset, Bank Sulselbar Syariah mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross di level 8,51 persen, yang mengalami kenaikan jika dibandingkan posisi semester I/2025 yang berada di kisaran 4,78 persen. Demikian pula dengan rasio NPF net yang ikut merangkak naik dari posisi semula 2,47 persen menjadi 5,85 persen.

Terkini