BISNISINSIGHT.COM — Pelatnas yang tengah berjalan ini dirancang untuk mematangkan atlet sebelum Asian Games 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Petrus menyebut, setelah BRI Grand Final IPL Season 2 2026, para atlet akan diterbangkan ke Filipina untuk mengikuti Kejuaraan WTT (Tenis Meja Dunia). Dari sana, mereka menjalani pematangan akhir di Jepang.
Modal Perak SEA Games 2025 dan Regenerasi Atlet
Kesinambungan program pelatnas menjadi kunci menjaga momentum positif tim nasional. Petrus menegaskan, hasil di sejumlah kejuaraan internasional terakhir menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di SEA Games 2025 Thailand.
"Setelah BRI Grand Final IPL Season 2 2026, para atlet akan ikut Kejuaraan WTT di Filipina, setelah itu baru pematangan akhir menuju ke Jepang," kata Petrus di Trans Studio Cibubur, Depok, Jawa Barat, Rabu.
Pada SEA Games 2025, Indonesia memutus tren negatif dengan meraih medali perak. Raihan ini menjadi kemajuan besar setelah periode panjang cabang olahraga ini hanya mampu menyabet perunggu.
Kemenangan atas Thailand di Level Remaja Jadi Sinyal Positif
Perkembangan positif juga datang dari kompetisi kelompok umur (youth) di tingkat Asia Tenggara. Indonesia mengumpulkan satu medali emas dan dua perunggu.
Pencapaian itu kian spesial karena atlet putri Indonesia berhasil mengalahkan wakil Thailand pada nomor youth. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi atlet tenis meja nasional berjalan ke arah yang benar.
Petrus menambahkan, pencapaian itu menjadi modal penting dalam membangun regenerasi atlet. Ia menilai pelatnas ke depan harus menghasilkan atlet yang lebih matang melalui pengalaman bertanding internasional dan kompetisi berkelanjutan.
Dengan demikian, target prestasi diharapkan terjaga di dua multievent tersebut. Pelatnas yang sama menjadi jembatan bagi atlet untuk tampil kompetitif, baik di Jepang pada 2026 maupun Malaysia pada 2027.