Pertamina Awasi SPBU Bintan Usai Banyak Motor Rusak Usai Isi Pertalite

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:19:00 WIB

BISNISINSIGHT.COM — Gelombang keluhan masyarakat Bintan terkait mesin kendaraan yang rusak usai mengisi Pertalite mendapat respons cepat dari manajemen Pertamina. Tim Sales Area Retail Kepulauan Riau bersama pengelola SPBU langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan terhadap konsumen yang melaporkan kendala.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, menyatakan perusahaan tidak tinggal diam. "Pertamina memahami keresahan masyarakat dan saat ini terus melakukan pengecekan serta pendataan terhadap konsumen yang mengalami kendala setelah pengisian BBM," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/9).

Verifikasi dan Jaminan Ganti Rugi

Proses verifikasi menjadi kunci utama dalam penanganan kasus ini. Pertamina memastikan setiap laporan akan ditelusuri kronologinya secara detail. Jika hasil investigasi membuktikan adanya konsumen yang terdampak, maka penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku—termasuk potensi pemberian ganti rugi dari pihak pengelola SPBU.

Silvani menambahkan, "Apabila berdasarkan hasil verifikasi terdapat konsumen yang terdampak, penanganan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku." Komitmen ini diharapkan mampu menjawab kekhawatiran warga yang mengaku mengalami kerugian material akibat kerusakan mesin.

Sanksi Tegas dan Evaluasi Operasional SPBU

Tak hanya berfokus pada kompensasi, Pertamina juga menyoroti tata kelola operasional SPBU yang bersangkutan. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fasilitas dan prosedur penyimpanan BBM di lokasi. Sebagai langkah pembinaan, Pertamina telah menerbitkan Surat Peringatan (SP) kepada pihak pengelola SPBU.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi dan penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh," tegas Silvani. Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa Pertamina serius menjaga kualitas produk dan kepatuhan mitra bisnisnya di lapangan.

Saluran Pengaduan untuk Masyarakat

Bagi warga yang mengalami kendala serupa namun belum melapor, Pertamina mengimbau untuk segera menghubungi layanan resmi. Masyarakat dapat memanfaatkan kanal Pertamina Customer Solution 135 atau mengirimkan pesan melalui akun media sosial resmi @pertaminakepri.

Pertamina berjanji akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi hingga proses penanganan laporan konsumen tuntas. Kasus di Bintan ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan kualitas BBM di seluruh rantai distribusi, dari kilang hingga ke tangan konsumen di daerah terpencil.

Terkini