Bidik Ekonomi Hijau, MUTU International Perkuat Layanan Sertifikasi

Senin, 24 Agustus 2026 | 05:27:32 WIB
PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) mengincar peluang ekspansi bisnis dari akselerasi transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia, seiring melonjaknya permintaan dunia usaha terhadap standar keberlanjutan, sertifikasi, verifikasi, serta assurance sebagai ranah pasar baru yang bernilai prospektif.

Presiden Komisaris MUTU International Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa transisi ke arah ekonomi hijau kini telah bertransformasi menjadi elemen krusial dalam strategi pertumbuhan ekonomi serta daya saing korporasi, bukan sekadar agenda lingkungan semata.

“Saya melihat MUTU International memiliki fundamental dan potensi yang sangat besar untuk berkembang. Industri testing, inspection, certification, verification, dan assurance akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap standar keberlanjutan, transparansi, dan kepatuhan,” ujar Sandiaga dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, kemajuan ekonomi hijau bakal melahirkan berbagai kesempatan bisnis anyar bagi korporasi yang sanggup menghadirkan layanan pengujian, sertifikasi, validasi, verifikasi, serta assurance yang tepercaya.

Peluang tersebut mulai disasar MUTU lewat pengembangan sektor bisnis karbon, layanan keberlanjutan (sustainability), pengujian lingkungan (environmental testing), sertifikasi, verifikasi, serta penjaminan keberlanjutan (sustainability assurance). Di samping itu, perusahaan turut memandang prospek ekonomi halal sebagai salah satu bidang yang potensial dalam memperluas pilar pertumbuhan bisnis.

Direktur Utama MUTU International Arifin mengemukakan bahwa perusahaan siap memperkokoh lini bisnis yang mengantongi prospek jangka panjang, utamanya ekonomi hijau, bisnis karbon, keberlanjutan, halal, digitalisasi, serta layanan verifikasi dan assurance.

“Ke depan, kami ingin MUTU tumbuh lebih cepat dengan memperkuat bisnis yang memiliki prospek jangka panjang, terutama green economy, carbon business, sustainability, halal, digitalisasi, serta layanan verification dan assurance,” kata Arifin.

MUTU berpandangan bahwa kebutuhan terhadap ragam layanan tersebut bakal terus menanjak sejalan dengan dinamika regulasi serta tekanan pasar global. Perusahaan juga mengantongi kompetensi mumpuni dalam validasi dan verifikasi gas rumah kaca yang menjadi salah satu pilar penopang pengembangan lini bisnis karbon.

Di luar pasar karbon, MUTU melirik potensi dari pengembangan biodiversity credit serta ekonomi sirkular pada sektor manufaktur. Pemantapan standar serta tata kelola dipandang sebagai instrumen vital agar berbagai potensi ekonomi hijau tersebut mampu tumbuh secara tepercaya.

Pada saat bersamaan, perusahaan bakal mengakselerasi transformasi digital melalui optimalisasi teknologi, pemanfaatan data, serta digital traceability di dalam rangkaian proses pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan verifikasi. Kebijakan ini ditujukan guna mendongkrak efisiensi, transparansi, serta mutu pelayanan.

Arifin menuturkan bahwa ekspansi bisnis ini akan ditempuh melalui penguatan kapabilitas internal perusahaan, inovasi pelayanan, pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta terbukanya peluang ekspansi dan kemitraan strategis (strategic partnership).

Melalui strategi tersebut, MUTU mematok target agar pertumbuhan tidak hanya bersumber dari lini sertifikasi konvensional, melainkan juga bertumpu pada kemunculan kebutuhan-kebutuhan anyar di tengah transformasi ekonomi menuju sistem yang lebih rendah karbon serta berkelanjutan.

Sandiaga menaruh optimisme tinggi bahwa MUTU mampu mengoptimalkan fondasi bisnis yang telah terbangun guna meluaskan perannya di dalam ekosistem ekonomi hijau nasional.

“MUTU memiliki fondasi yang kuat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana fondasi tersebut kami scale up menjadi pertumbuhan yang lebih besar,” ujar Sandiaga.

Masuknya Sandiaga Uno ke dalam jajaran Dewan Komisaris diantisipasi mampu mempertajam perspektif strategis korporasi, khususnya dalam lingkup pengembangan bisnis, penanaman modal, jejaring relasi, serta penciptaan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham beserta seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, kehadiran Roestiandi Tsamanov yang membawa bekal pengalaman di ranah teknologi, digitalisasi, kewirausahaan (entrepreneurship), serta pengembangan sumber daya manusia sebagai Wakil Presiden Direktur diharapkan sanggup mengokohkan agenda transformasi bisnis MUTU International, termasuk pengembangan layanan berbasis inovasi dan teknologi.

Terkini