Asap Karhutla Kalimantan Berpotensi Capai Negara Tetangga

Senin, 24 Agustus 2026 | 05:07:31 WIB
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH Irjen Pol Rizal Irawan [FOTO: NET].

JAKARTA - Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan mengutarakan bahwasanya pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kalimantan berdaya dorong menjalar hingga menyeberang ke teritori negara tetangga menyusul adanya faktor dinamika tiupan angin.

"Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Ardhasena memaparkan bahwa material asap karhutla tersebut sanggup bergeser seirama dengan siklus pola angin musiman yang memang berlangsung secara berkala. Situasi alamiah ini memicu asap dari teritori Indonesia berpeluang merambah kawasan terdekat negara lain.

"Angin musiman yang rutin terjadi," lanjut dia.

Ardhasena menerangkan bahwa langkah-langkah mitigasi serta penanggulangan atas ancaman paparan asap karhutla tersebut kini dikoordinasikan secara terpadu melalui komando Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lebih lanjut, BNPB mengimbau pihak negara tetangga layaknya Malaysia dan Singapura agar menghindari sikap saling lempar tudingan terkait imbas sebaran asap karhutla lintas batas di Kalimantan.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan menyampaikan bahwa musibah karhutla tidak terikat oleh sekat batas wilayah administratif maupun kedaulatan negara. Oleh sebab itu, penyelesaiannya wajib ditempuh secara kolaboratif tanpa perlu memperdebatkan asal-usul sumber asap secara berspekulasi.

"Jadi pendekatan kami bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujarnya.

Berton mengemukakan bahwa pihak pemerintah Indonesia sangat memahami kekhawatiran yang dirasakan negara-negara tetangga ihwal potensi kiriman kabut asap lintas negara. Pemerintah sendiri, menurutnya, telah menggerakkan instrumen serta daya dukung berskala masif guna meredam laju karhutla.

"Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," ungkapnya.

Proses penanggulangan tersebut dieksekusi melalui kombinasi strategi pemadaman jalur darat, patroli udara intensif, pengerahan helikopter water bombing, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penambahan penebalan personel gabungan TNI-Polri bersama pemda dan masyarakat lokal.

Di samping itu, pihak pemerintah turut menempuh langkah tegas berupa penegakan hukum secara ketat bagi pihak-pihak yang terbukti menjadi pelaku pembakaran hutan maupun lahan.

Berton menyebutkan bahwa pemerintah sejauh ini telah menyiagakan total 52 armada pesawat untuk menopang operasi penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 30 unit pesawat ditugaskan beroperasi di wilayah Kalimantan, sementara 22 armada lainnya disebar pada sektor Sumatra.

Pemerintah juga memperkuat dukungan kekuatan armada dari TNI Angkatan Udara demi memaksimalkan efektivitas operasi penanggulangan darurat karhutla di Pulau Kalimantan.

"Jadi fokus kami saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kami tekan," ucap Berton.

Terkini