Tangani Karhutla, Kementerian Kehutanan Kerahkan 5.000 Personel ASN

Senin, 24 Agustus 2026 | 05:04:32 WIB
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Antoni menyiapkan 5.000 ASN Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan ke enam provinsi prioritas guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

"Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan baik. Untuk mengatasi Karhutla kami mengerahkan 5.000 ASN Kemenhut," kata kata Raja Antoni saat meninjau Karhutla di Rasua Jaya, Kalbar, Senin (24/8/2026).

Raja Antoni mengatakan langkah tersebut dilakukan menyikapi kondisi karhutla yang dinamis sekaligus memastikan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla berjalan optimal di lapangan.

Dari total 5.000 ASN yang akan diperbantukan, sekitar 2.200 personel akan ditempatkan di tiga provinsi di Kalimantan yang menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla.

Khusus Kalimantan Barat, Kementerian Kehutanan akan mengerahkan 700 ASN yang berasal dari daerah-daerah dengan kondisi karhutla relatif tidak terdampak untuk membantu penanganan di wilayah tersebut.

Baca juga: Prabowo dorong inovasi tepung singkong untuk padamkan karhutla

“Khusus untuk di Kalimantan Barat akan ada 700 ASN dari daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak karhutla, akan kami kirim ke sini,” ujarnya.

Selain penambahan personel, Kementerian Kehutanan menempatkan pejabat eselon I untuk berkantor di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Raja Antoni mengatakan penguatan tersebut diperlukan karena perkembangan hotspot sangat dinamis sehingga penanganan harus menyesuaikan kondisi lapangan dan dilakukan secara cepat.

Dia mengapresiasi sinergi TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta unsur lainnya dalam pengendalian karhutla, baik melalui operasi darat maupun udara.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan data per malam 23 Agustus 2026, jumlah hotspot di Kalbar tersisa 28 titik. Namun, angka tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan kondisi karhutla di lapangan.

“Sekali lagi, ini sangat dinamis,” ujar Raja Antoni.

Terkini