Gempa NTT Rusak 12 Gudang Bulog, Begini Pengamanan Stok Berasnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28:01 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: NET)

JAKARTA - Perum Bulog mencatat sebanyak 12 gudang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kerusakan gudang paling parah terjadi di Ruteng, NTT. Walakin, kerusakan tersebut tidak sampai mengganggu struktur utama bangunan karena mayoritas kerusakan terjadi pada bagian dinding serta pintu gudang.

"Memang yang paling parah ini di Ruteng, di Ruteng ini ada gudang-gudang kami yang mengalami kerusakan. Yang mana kerusakan tersebut kalau kami lihat cukup sedang, tidak parah sekali tapi sedang saja karena strukturnya tidak rusak, yang rusak hanya dindingnya," ucap Rizal dalam konferensi pers di Command Center Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).

Dia menguraikan kerusakan dinding gudang terjadi akibat guncangan gempa yang membuat tumpukan beras di dalam gudang bergoyang. Pergerakan tumpukan beras tersebut kemudian mendorong dinding gudang.

"Kemarin lusa sudah kami berangkatkan Direktur SDM untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 gudang kami yang mengalami kerusakan khususnya dinding-dindingnya," terangnya.

Rizal menguraikan dinding sejumlah gudang Bulog menggunakan material seng, bukan beton. Akibat guncangan, bagian dinding tersebut mengalami kerusakan, termasuk jebol di beberapa titik.

Beras Dipindahkan ke Tenda

Guna menjaga stok beras supaya tidak terdampak kerusakan gudang, Bulog memindahkan sebagian beras dari gudang yang mengalami kerusakan, khususnya di Ruteng.

Rizal menuturkan beras tersebut untuk sementara ditempatkan di tenda milik BNPB dan TNI. Bulog pun memakai palet sebagai alas agar beras tidak bersentuhan langsung dengan tanah serta terlindung dari air.

"Kami geser supaya tidak rusak berasnya kena air dan lain sebagainya kita masukkan tenda, pinjam tenda BNPB dan tenda-tendanya TNI untuk kita tempatkan beras tersebut di dalam tenda tersebut namun kita kasih palet bawahnya supaya tidak kena air dan lain sebagainya," ujarnya.

Lebih lanjut, Rizal menyatakan stok beras di Ruteng juga akan diprioritaskan untuk segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Rizal menyebutkan Bulog memiliki 46 unit gudang yang tersebar di NTT dengan total kapasitas sekitar 50.400 ton. Gudang tersebut antara lain berada di Labuan Bajo sebanyak 3 unit dengan kapasitas 4.650 ton, Ruteng 7 unit dengan kapasitas 7.400 ton, Ende 3 unit sekitar 3.000 ton, serta Larantuka 4 unit dengan kapasitas 4.750 ton.

Bulog pun mempunyai gudang di Kalabahi sebanyak 2 unit dengan kapasitas 2.200 ton, Maumere 3 unit dengan kapasitas 2.850 ton, 5 unit di Atambua dengan 5.750 ton, serta 2 unit di Waikabubak dengan 2.100 ton.

Di sisi lain, kerusakan infrastruktur menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan pangan. Rizal mengungkapkan sejumlah kawasan, terutama Manggarai dan Ende, mengalami kerusakan jalan serta longsor.

Bahkan, sejumlah lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat sehingga Bulog meminta bantuan TNI dan Polri guna mengangkut logistik menggunakan sepeda motor.

"Karena mobil sudah nggak bisa masuk, jalannya retak-retak. Oleh karena itu, kita minta bantu teman-teman TNI Polri pakai sepeda motor untuk mendorong logistik ini. Karena motor sangat-sangat bermanfaat sehingga bisa membawa sampai ke titik-titik tujuan," imbuhnya.

Di samping jalur darat, distribusi bantuan pun dijalankan lewat jalur laut dan udara. Bulog berkoordinasi dengan BNPB untuk memanfaatkan helikopter serta pesawat yang sanggup menjangkau landasan-landasan kecil.

Terkini