Kinerja BSI Kuartal II/2026: Laba Melesat Capai Rp4,15 Triliun

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:37:02 WIB
Ilustrasi Karyawati menunjukkan kepingan emas batangan dari PT Bank Syariah Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 11,08% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp4,15 triliun per Juni 2026. Pada kurun waktu serupa tahun lalu, raihan laba bersih perseroan berada di level Rp3,74 triliun.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan di Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (21/8/2026), torehan laba bersih pada periode ini salah satunya dipicu oleh lonjakan pendapatan komisi yang melejit 57,88% (YoY), dari posisi Juni 2025 sebesar Rp1,07 triliun menjadi Rp1,69 triliun pada Juni 2026.

Perolehan laba BSI turut terdorong oleh perolehan pendapatan setelah distribusi bagi hasil. Sampai pada Juni 2026, pendapatan pascadistribusi bagi hasil meningkat 5,68% (YoY) menembus Rp10,87 triliun jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang bernilai Rp10,28 triliun.

Perseroan juga mencetak laba operasional sebesar Rp5,47 triliun. Capaian ini melompat 10,68% (YoY) dibandingkan periode setara tahun lalu yang di angka Rp4,95 triliun. Sebaliknya, perseroan membukukan rugi non-operasional senilai Rp136,34 miliar.

Adapun hingga kuartal II/2026, BSI meraup laba tahun berjalan sebelum pengenaan pajak sebesar Rp5,34 triliun, atau naik 10,65% (YoY) dari periode yang sama tahun lalu yaitu Rp4,82 triliun.

Dari pilar fungsi intermediasi, BSI membukukan total penyaluran kredit mencapai Rp159,89 triliun, atau tumbuh 25,00% (YoY) dibanding periode serupa tahun lalu sebesar Rp127,91 triliun. Porsi total aset perseroan turut meningkat 15,96% (YoY) menuju Rp464,50 triliun per Juni 2026.

Pada saat yang sama, penghimpunan total dana pihak ketiga oleh BSI melonjak 21,81% (YoY) menjadi Rp393,34 triliun dari pencapaian tahun lalu yang senilai Rp322,90 triliun.

Secara rinci, alokasi dana simpanan wadiah terkerek 14,20% (YoY) ke angka Rp87,62 triliun dan dana investasi non-profit sharing melonjak signifikan 24,19% (YoY) hingga menyentuh Rp305,71 triliun per Juni 2026.

Menilik indikator finansial, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BSI melandai dari 21,38% pada kuartal II/2025 menjadi 20,41% pada kuartal II/2026.

Mengenai kualitas pembiayaan, dijumpai perbaikan kinerja dengan NPF gross yang melandai ke tingkat 1,80% dari semula 1,87% pada periode setara tahun lalu, serta NPF net turun ke 0,33% dari posisi awal 0,54%.

Sementara itu, net operating margin (NOM) perseroan terkoreksi tipis menjadi 2,76% dari periode serupa tahun sebelumnya 2,77%. Di sisi lain, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turut melandai dari 71,02% pada kuartal II/2025 menjadi 69,71% pada kuartal II/2026.

Terkini