Aksi Gibran di NTT: Bantu Urus BPJS hingga Gendong Bayi Baru Lahir

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:12:14 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di posko pengungsian Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis (20/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melaksanakan agenda lawatan kerja selama dua hari di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), demi menjumpai secara langsung para korban yang terdampak musibah gempa. Gibran bertolak menuju NTT pada hari Kamis (20/8/2026) dengan turut memboyong sejumlah perwakilan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).

Berdasarkan laporan Antara, Gibran bersama keenam mahasiswa tersebut mendarat di Maumere, Kabupaten Sikka, sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan langsung bergerak menuju titik-titik bencana. Melalui kunjungan ini, diharapkan langkah penanggulangan dari pemerintah dalam fase pemulihan bisa selaras dengan kondisi serta kebutuhan riil di tengah masyarakat.

Menurut keterangan Gibran, keikutsertaan para mahasiswa dalam lawatan ke NTT ini mencerminkan wujud nyata dari semangat gotong royong tatkala menghadapi situasi darurat bencana.

Dalam rangkaian kunjungan kerja hari Kamis kemarin, Gibran beserta rombongan mendatangi beberapa titik posko pengungsian serta fasilitas pelayanan publik dasar yang berada di Kabupaten Sikka.

Selama menyambangi Kabupaten Sikka, Gibran turut didampingi oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.

Bagikan buku, mainan, hingga peralatan bayi

Salah satu titik yang disambangi oleh Gibran ialah posko pengungsian warga terdampak gempa bertempat di SD Inpres LXXVI Wairklau, Maumere. Berdasarkan tayangan video yang diterima Kompas.com, kedatangan rombongan Gibran disambut penuh antusias oleh warga setempat yang tengah mengungsi pascagempa.

Terlihat pula banyak warga, termasuk anak-anak, berbondong-bondong mengerumuni Gibran guna bersalaman dengan putra sulung dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu. Di sela peninjauan posko pengungsian tersebut, Gibran turut membagikan buku bacaan, mainan anak, serta susu kotak bagi anak-anak di sana.

Selain itu, Gibran menyempatkan diri mendatangi salah satu tenda pengungsian, duduk sejenak, serta berdialog guna menanyakan langsung kabar para pengungsi.

Di samping itu, Wapres Gibran juga menanyakan para pengungsi apakah anak-anak telah memperoleh makanan yang cukup.

“Anaknya sudah makan?” tanya Gibran, dikutip dari keterangannya.

“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya memastikan.

Pada momen tersebut, Gibran turut menyerahkan bantuan berupa perlengkapan bayi kepada salah satu ibu yang berada di lokasi.

“Bu, ini peralatan bayi, ya,” ujar Gibran.

“Makasih, Pak,” jawab ibu tersebut.

Pastikan bantuan tersalurkan

Dalam agenda kunjungan kerja ini, Wapres Gibran mengadakan pula pertemuan bersama perwakilan pemerintah pusat serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka.

Dalam forum rapat itu, beliau—maaf, ia menegaskan bahwa faktor keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan yang mendesak harus senantiasa dijadikan prioritas utama di setiap tahapan penanganan bencana.

“Dalam penanganan darurat, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan," tegas Gibran.

Ia pun menginstruksikan seluruh jajaran pemda beserta Forkopimda agar tidak sekadar menunggu laporan di meja, melainkan turun langsung ke lapangan guna memastikan setiap arahan terealisasi dengan baik. Berbagai kendala di lapangan harus lekas ditindaklanjuti demi menjamin efektivitas penanganan.

“Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas. Seluruh persoalan dan kendala yang ditemukan di lapangan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden,” ucap Gibran.

Di sisi lain, Gibran menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur petugas yang bergerak cepat turun ke lapangan membantu warga sejak hari pertama gempa terjadi.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sejak hari pertama kejadian telah turun ke lapangan membantu masyarakat,” kata dia.

Cek infrastruktur rusak

Di samping menyapa para pengungsi dan memastikan distribusi bantuan berjalan, Gibran meninjau sejumlah sarana publik yang mengalami kerusakan di Kabupaten Sikka. Salah satu fasilitas yang dikunjunginya yaitu Pelabuhan Laurentius Say.

Ia meminta agar kondisi serta ketersediaan fasilitas penunjang di pelabuhan tersebut menjadi perhatian serius dalam proses pemulihan infrastruktur. Titik fasilitas berikutnya yang didatangi ialah Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure. Gibran memberikan instruksi agar perbaikan gereja dapat segera dikebut sehingga warga bisa kembali beribadah dengan aman dan layak.

Dari area gereja, Gibran melanjutkan perjalanan menuju RSUD TC Hillers Sikka guna mengecek kondisi fasilitas rumah sakit, mencakup ruang ICU serta posko pelayanan darurat di luar bangunan utama. Di lokasi tersebut, Gibran mengitari kawasan gedung rumah sakit sambil menyapa para pasien dan tenaga medis yang dirawat di dalam tenda darurat halaman RSUD.

Di lokasi ini, Gibran mengelilingi area gedung rumah sakit serta menyapa sejumlah pasien dan tenaga kesehatan yang dirawat di tenda yang ada di halaman RSUD itu.

“Enggak proper. Ventilatornya rusak,” kata Gibran saat melihat kondisi ruang ICU.

Selanjutnya, Gibran menginstruksikan agar para pasien yang memerlukan penanganan ICU bisa segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar atau memiliki fasilitas layanan lebih memadai.

Di samping itu, ia meminta agar fasilitas pada posko-posko layanan ditingkatkan kualitasnya agar lebih layak.

“Kita upgrade sekalian,” kata Gibran memberi instruksi.

Gendong bayi baru lahir

Suasana hangat turut tercipta tatkala Gibran meninjau tenda rumah sakit lapangan yang berdiri di halaman RSUD.

Berdasarkan cuplikan video dari Kompas.com, di dalam ruang tenda perawatan medis tersebut, Gibran sempat menggendong seorang bayi perempuan yang lahir pada pagi hari kemarin.

Kapan (lahir)? tanya Gibran ke ibu yang sedang berbaring di rumah sakit lapangan

“Tadi pagi,” jawab ibu tersebut.

“Anak ke?” tanya Gibran lagi.

“Dua,” jawabnya.

Dalam momen itu, Gibran diminta oleh warga untuk memberikan nama bagi bayi perempuan yang dibalut kain bedong berwarna kuning tersebut. Gibran pun memuji sang bayi karena memiliki rambut yang lebat serta tetap tenang kendati berada di dalam tenda darurat rumah sakit lapangan.

“Takut nangis. Rambutnya tebal ini. Masih ada bayi lagi?” ucap Gibran.

Masih” jawab tenaga kesehatan setempat.

“Kasih nama sendiri ya. Tahun lalu ada yang dikasih nama Gibran, yang gunung meletus,” ujar Gibran lagi.

Selepas berdialog singkat terkait kondisi kesehatan sang ibu dan bayinya, Gibran menyerahkan kembali bayi tersebut ke pelukan ibunya.

“Kayaknya laper ini. Laper ya? ASI-nya lancar?” ujar Gibran.

Pada tenda perawatan darurat yang serupa, Gibran turut menanyakan kondisi para pasien lainnya secara bergiliran.

Bantu urus BPJS Kesehatan warga

Ketika tengah berinteraksi dengan salah seorang pasien, Gibran menerima laporan bahwa status kepesertaan BPJS Kesehatan milik pasien tersebut mengalami kendala. Gibran langsung memberikan instruksi kepada ajudannya untuk membantu menyelesaikan permasalahan BPJS Kesehatan warga itu.

“BPJS-nya kenapa? Bermasalah? Oke tidak apa-apa. Ada kartunya? Nanti biar ajudan saya yang urus. BPJS-nya bermasalah tidak apa-apa nanti biar kami yang urus,” ucap Gibran ke seorang pasien.

Sepanjang kunjungan tersebut, Gibran menanyakan kondisi kediaman para pasien pascagempa. Mantan Wali Kota Solo ini turut meminta Bupati Sikka agar mendata dan memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak.

Sebagai informasi, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bermagnitudo 7,7 pada hari Sabtu (15/8/2026). Peristiwa bencana ini mengakibatkan 78 jiwa meninggal dunia serta 907 orang mengalami luka-luka berdasarkan rekapitulasi data BNPB per Kamis (20/8/2026). Kerusakan parah juga melanda banyak rumah penduduk serta fasilitas umum.

Minta maaf

Usai melakukan peninjauan infrastruktur, Wapres RI bertolak menuju posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, guna menemui kelompok korban gempa lainnya. Pada kesempatan ini, Gibran menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh warga yang kehilangan anggota keluarga akibat musibah gempa.

Lebih lanjut, ia melontarkan permohonan maaf apabila pelayanan di lapangan masih dijumpai banyak kekurangan.

“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” kata Gibran.

Gibran menegaskan bahwa jajaran pemerintah pusat maupun daerah berkomitmen memastikan bantuan tersalurkan secara merata ke seluruh warga terdampak.

Dirinya juga menekankan agar pemenuhan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, serta keperluan mendesak tiap warga benar-benar sampai ke tangan masyarakat.

“Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” kata Gibran.

Gibran menyatakan bahwa masyarakat NTT tidak menghadapi bencana ini seorang diri.

Menurut keterangannya, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengarahkan agar pemerintah pusat terus hadir mendampingi serta menjalankan proses penanganan darurat hingga tahapan pemulihan pascabencana secara cepat, tepat, serta berkelanjutan.

“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” kata Gibran.

Di samping itu, Gibran berpesan kepada para pengungsi agar untuk sementara waktu tidak kembali ke rumah masing-masing mengingat tingkat potensi gempa susulan masih cukup tinggi.

Ia berjanji serta memastikan bahwa hunian warga, gedung sekolah, serta berbagai sarana fasilitas umum yang terdampak akan segera direparasi.

“Di sini dulu sampai semuanya pulih. Kita hari ini kunjungi sekolah, gereja, tadi rumah sakit. Nanti kita perbaiki semuanya,” ujar Gibran.

Terkini