Medco Energi Salurkan Bantuan Logistik Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:59:32 WIB
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MedcoEnergi) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MedcoEnergi) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu. 

Bantuan diserahkan langsung oleh Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro kepada Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Luthfie Beta disaksikan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (20/8/2026). 

Melalui BNPB, bantuan akan didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk kepada kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus dalam situasi darurat.

“Atas nama keluarga besar MedcoEnergi, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung upaya penanganan dampak bencana,” ujar Yani Panigoro dalam keterangan pers, dikutip Jumat (21/8/2026).

Adapun, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengatakan bahwa bantuan dari Medco tersebut disalurkan secara tepat melalui Posko AJU BNPB, sehingga terdata serta tercatat dan akan disalurkan ke tempat-tempat yang memang sama sekali belum tersentuh.

“Kami sangat berterima kasih kepada MedcoEnergi yang sudah berkontribusi memberikan bantuan kepada korban gempa di Flores,” tuturnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Luthfie Beta, juga mengapresiasi kepedulian MedcoEnergi yang turut mendukung upaya penanganan dampak gempa di NTT.

“Kami berharap penyerahan bantuan agar memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan Pemerintah, sehingga penyaluran bantuan akan lebih maksimal,” ujarnya.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.258 gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Flores. 

BMKG mencatat hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB, dari ribuan gempa susulan tersebut sebanyak 118 kejadian dirasakan langsung oleh masyarakat, sedangkan 31 gempa memiliki magnitudo di atas M5,0. 

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan rangkaian gempa susulan tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam 3–4 minggu ke depan. Menurutnya, fase awal aktivitas gempa susulan masih menunjukkan pola temporal yang kompleks dan belum memperlihatkan peluruhan yang signifikan.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG, jumlah gempa susulan tercatat sebanyak 704 kejadian dalam 24 jam pertama, kemudian meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua. 

Aktivitas tersebut selanjutnya berada di kisaran 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, sebelum kembali meningkat menjadi 802 kejadian pada hari keenam. Sejumlah gempa susulan juga tercatat menimbulkan guncangan signifikan dengan intensitas IV–VI Modified Mercalli Intensity (MMI). 

BMKG mencatat gempa berkekuatan M5,6 pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB, disusul gempa M5,8 pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB. 

Selanjutnya, gempa berkekuatan M5,8 kembali terjadi pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB. BMKG menyebut guncangan tersebut memicu kerusakan susulan pada struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya telah terdampak, serta menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik.

Terkini