Perkuat Ketahanan Nasional, BNPT Minta Sektor Energi Dilindungi Penuh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:50:32 WIB
Kepala BNPT Eddy Hartono [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono menegaskan bahwa segenap ekosistem serta sektor energi di Indonesia wajib memperoleh perlindungan secara menyeluruh dari negara.

"Energi merupakan penggerak utama dalam mendukung roda pemerintahan, pertahanan, perekonomian, transportasi, hingga telekomunikasi, yang pemanfaatannya ditujukan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat," ucap Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Ia mengutarakan bahwa ekosistem energi merupakan nyawa bangsa, sehingga perlindungan terhadap deretan infrastruktur energi strategis masuk dalam bagian kegiatan kesiapsiagaan nasional.

Dikatakan bahwa kesiapsiagaan yang matang serta kolaborasi lintas sektor menjadi teramat vital guna memperkokoh ketahanan nasional.

Dalam konteks kebijakan ketahanan nasional, Kepala BNPT menuturkan bahwa kesiapsiagaan nasional serta sinergi lintas sektor memegang peranan krusial untuk memperkuat ketahanan nasional.

Eddy turut menggarisbawahi bahwa langkah kesiapsiagaan tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan terwujudnya swasembada energi nasional.

Ia menerangkan bahwa BNPT tidak sekadar berfokus pada ranah pengamanan fisik objek vital nasional, melainkan juga merancang sistem pencegahan yang mengikutsertakan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, aparat keamanan, sampai elemen masyarakat.

Salah satu bentuk penerapan nyata direalisasikan lewat kerja sama BNPT bersama PLTU Indonesia Power di Pandeglang, Banten, yang memadukan peningkatan standar minimum pengamanan objek vital strategis dengan penguatan deteksi dini serta pembentukan ketahanan masyarakat lewat program Desa Siapsiaga.

Program tersebut juga menyuguhkan pemberdayaan ekonomi bagi warga dan mitra deradikalisasi melalui pelatihan pengolahan limbah abu batu bara menjadi paving block.

Di samping mendongkrak kesejahteraan masyarakat, program itu memperkokoh reintegrasi sosial sekaligus menekan potensi kerentanan terhadap paparan paham kekerasan.

Demi memberikan edukasi terkait krusialnya perlindungan sektor energi, BNPT juga menyajikan pembekalan dalam agenda Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX (70) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Senin (3/8).

Pada momentum tersebut, salah satu peserta P4N Angkatan 70, Kolonel Pasukan (Pas.) Imam Sujali, mengungkapkan bahwa bentuk ancaman terhadap objek vital saat ini tidak hanya berupa serangan fisik, melainkan juga lewat manipulasi psikologis yang mampu memicu individu melancarkan aksi sabotase.

"Perubahan emosi, sikap, kerap digunakan aktor penggerak terorisme untuk mencuci otak masyarakat yang rentan hingga mau melakukan aksi sabotase yang dikehendaki kelompok teror di tempat-tempat strategis, seperti kilang minyak dan infrastruktur energi lainnya. Maka, perlu diantisipasi bersama," kata Imam.

Adapun agenda pembekalan mengusung tema Penguatan Kewaspadaan Nasional dalam Menghadapi Ancaman Terorisme Terhadap Infrastruktur Energi Strategis untuk Memperkuat Ketahanan Energi dalam rangka Ketahanan Nasional.

Kegiatan yang diikuti 110 peserta dari jajaran TNI, Polri, kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga organisasi kemasyarakatan ini menjadi bagian dari ikhtiar BNPT memperluas kapasitas nasional dalam mengayomi objek vital strategis.

Lewat pembekalan ini, BNPT berharap dapat mencetak para pemimpin lintas sektor yang sanggup mengintegrasikan pengamanan objek vital, deteksi dini, serta kolaborasi antarinstansi demi ketahanan energi nasional yang semakin kokoh dalam menghadapi bermacam bentuk ancaman.

Terkini