Strategi PT Barito Renewables Energy Mengejar Target Kapasitas 2 GW PLTP

Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:31:02 WIB
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) lewat anak perusahaannya, PT Star Energy Geothermal, mengincar kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sampai 2 gigawatt (GW) usai menetapkan sasaran kapasitas terpasang menembus 1 GW pada 2026.

Head of Social Investment, Policy and Communications Star Energy Geothermal Laksmi Prasvita mengungkapkan sasaran 2 GW tersebut bakal didukung oleh ekspansi wilayah kerja panas bumi anyar, khususnya Sekincau di Lampung serta Hamiding di Maluku Utara, sesudah kapasitas pembangkitan Star Energy melewati 1 GW. 

“Target kami di tahun ini sekitar 1.000 megawatt, tahun depan sudah melewati 1.000 megawatt. Sekarang masih 900 sekian,” kata Laksmi, Selasa (18/8/2026).

Laksmi menjelaskan potensi awal panas bumi di Sekincau diprediksi mencapai sekitar 700 megawatt (MW). Akan tetapi, jumlah tersebut masih perlu divalidasi lewat langkah eksplorasi selanjutnya. 

Di sisi lain, rangkaian eksplorasi di Hamiding sudah rampung dan data hasil penyelidikan telah diberikan kepada pihak pemerintah. Area panas bumi di Maluku Utara itu diestimasikan menyimpan potensi hingga 300 MW. 

Kendati begitu, Laksmi memastikan pengembangan kedua lokasi tersebut bakal dijalankan secara bertahap. Besarnya potensi sumber daya tidak langsung berarti seluruh kapasitas bisa seketika dibangun serta diproduksi.

Sementara itu, kini kapasitas terpasang Star Energy ada di rentang 900 MW. Kapasitas tersebut diperoleh dari tiga area operasional yang telah beroperasi, yakni Salak, Wayang Windu, serta Darajat. 

Tambahan kapasitas dari pengembangan Salak Unit 7 serta Wayang Windu Unit 3 bakal membuat total kapasitas Star Energy menembus 1 GW. Setelahnya, perseroan bakal melanjutkan ekspansi via pengembangan wilayah kerja baru demi mengejar sasaran jangka panjang 2 GW. 

“Geothermal justru prestasinya menambah terus karena teknologi berkembang, inovatif, efisiensi, itu semua bisa semakin meningkatkan produksi,” ujarnya.

Disamping membangun unit anyar, Star Energy juga mengandalkan peningkatan efisiensi serta optimalisasi lapangan yang telah beroperasi untuk menambah kapasitas pembangkitan. 

Salah satu proyek yang menjadi penyokong kenaikan kapasitas tersebut adalah pengembangan PLTP Salak Unit 7. PT Star Energy Geothermal Salak Ltd. (SEGS) mengincar kapasitas terpasang PLTP Salak naik menjadi sekitar 443 MW pada Desember 2026 seiring dengan tuntasnya pembangunan Unit 7 berkapasitas 40 MW.

Terkini