Pemerintah Perkuat Penanganan Pengungsi Gempa M 7,7 NTT Lewat BNPB

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:25:32 WIB
Kepala BNPB Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah memperkuat penanganan penduduk terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya warga yang sekarang berada di tempat pengungsian. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebutuhan pokok pengungsi, mulai dari hunian sementara, makanan sampai pelayanan kesehatan, terus dipenuhi dan ditingkatkan.

Kepala BNPB Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (17/8/2026). 

Dari hasil peninjauan, pemerintah mendapati masih ada sejumlah kebutuhan pokok pengungsi yang perlu segera dipenuhi. Pratikno meminta pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) guna memperkuat koordinasi penanganan karena titik pengungsian tersebar di berbagai tempat. 

"Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Suharyanto mengutarakan BNPB bakal mempercepat pengiriman tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan pendukung, logistik serta berbagai keperluan lainnya. Sebagian bantuan telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo menuju Kabupaten Manggarai lewat jalur darat. 

"Malam ini kami pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini," kata Suharyanto. 

Menurutnya, bantuan logistik dan perlengkapan yang dikirim dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Selanjutnya, bantuan tersebut disalurkan ke lokasi pengungsian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Selain tempat tinggal sementara, pemerintah turut memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan bagi para pengungsi. BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mengoperasikan dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana). 

Dapur umum tersebut akan menyediakan makanan tiga kali sehari bagi warga selama berada di pengungsian dengan tetap memperhatikan kecukupan asupan gizi. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian," ujar Suharyanto.

Pelayanan kesehatan pun menjadi sorotan pemerintah. BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna menambah tenaga kesehatan dari berbagai daerah sekaligus memperkuat ketersediaan obat-obatan serta peralatan medis. 

"Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis," kata Suharyanto. 

Pemerintah memastikan dukungan logistik, pangan dan layanan kesehatan terus dimaksimalkan selama masa pengungsian pascagempa. Langkah tersebut diambil untuk memastikan kebutuhan pokok warga terdampak dapat tercukupi selama proses penanganan serta pemulihan berjalan.

Terkini