Stok Beras NTT Aman, Mentan Pastikan Capai 5 Kali Lipat Normal

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:22:32 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin ketersediaan beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memadai guna mencukupi keperluan warga, mencakup penduduk yang tertimpa musibah gempa. 

Amran menyebutkan persediaan beras di NTT pada saat ini mencapai sekitar lima kali lipat bila dikomparasikan dengan pasokan pada situasi normal. Di sisi lain, cadangan beras secara nasional tercatat mencapai 5,2 juta ton.

"Kalau dihitung, pasokan di NTT itu lima kali lipat, jadi aman stok kami. Dan secara nasional itu 5,2 juta ton," kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (18/8/2026).

Berkenaan pengaruh gempa terhadap sektor pertanian di NTT, Amran menyatakan pihak mereka bakal melaksanakan inspeksi langsung ke tempat kejadian.

"Nanti kami cek ya, ini baru mau berangkat," ujarnya.

Kendati demikian, Amran menggarisbawahi bahwasanya penanggulangan serta evakuasi warga terdampak bencana tetap menduduki prioritas utama pemerintah. 

Berdasarkan penuturannya, pemerintah lewat Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mendistribusikan sokongan pangan berupa beras serta minyak goreng ke daerah sasaran. Besaran dana sokongan tersebut mencapai kisaran Rp100 miliar.

"Bantuan sudah kami kirim, sampai dengan hari ini kurang lebih sudah Rp100 miliar. Itu baru beras, dan nanti mungkin minyak goreng," tegas Amran.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam sejumlah 1.598 gempa susulan melanda kawasan Flores, NTT sampai dengan Senin (17/8/2026) pagi. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengutarakan, dinamika gempa susulan masih terus diawasi oleh regu BMKG yang telah dikerahkan ke titik musibah.

"Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa," kata Faisal sebelum mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).

BMKG senantiasa mengawasi progres dinamika gempa susulan di kawasan Flores, meliputi rangkaian penurunan aktivitas kegempaan.

Menurut Faisal, dinamika gempa susulan diprediksikan berangsur mereda dalam rentang dua hingga tiga minggu ke depan. Keadaan tersebut kelak sanggup menjadi bahan pertimbangan pemerintah guna memasuki fase rehabilitasi ataupun konstruksi ulang bangunan yang mengalami kerusakan.

"Namun, kami terus memantau terkait peluruhannya. Kemungkinan dalam dua hingga tiga minggu ke depan aktivitasnya akan meluruh sehingga kami mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan," ujarnya.

Terkini