Pergerakan IHSG 18 Agustus 2026: Peluang Menguat Menuju Level 6.544

Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:23:02 WIB
Pengunjung melihat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan ini usai ditutup melonjak signifikan sebelum libur panjang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI. IHSG ditutup di posisi 6.401,89 pada sesi perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan apresiasi sebesar 1,59 persen. Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat berada di zona merah pada awal sesi.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif di pasar kian menguat menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto yang memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga semester I-2026.

“Presiden menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen hingga semester I/2026, yang disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pemerintah pun semakin optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen hingga akhir 2026,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas, dikutip Minggu (16/8/2026).

Ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai menjadi pemantik positif bagi pasar saham lantaran memperkokoh keyakinan investor atas prospek ekonomi nasional serta kinerja emiten domestik.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat kans kenaikan IHSG masih terbuka lebar pada perdagangan pekan depan. Indeks diperkirakan berpotensi menguji area 6.450–6.480.

Tingkat 6.450 menjadi pijakan penting yang perlu ditembus guna mengonfirmasi keberlanjutan laju penguatan IHSG. Apabila sanggup melampaui level tersebut dengan sokongan volume transaksi, indeks berpeluang meneruskan penguatan ke level yang lebih tinggi.

Di luar pasar saham, sinyal positif juga tecermin dari pergerakan mata uang rupiah. Kurs rupiah ditutup menguat 0,28 persen ke posisi Rp17.827 per dolar AS pada Jumat (14/8/2026). Apresiasi rupiah ini antara lain merespons target pemerintah dalam RAPBN 2027 yang mematok asumsi kurs di level Rp17.500 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah menjadi salah satu elemen yang turut memengaruhi pergerakan IHSG, khususnya dalam memelihara kepercayaan investor asing dan meredam tekanan terhadap emiten yang memiliki keterpaparan pada valuta asing.

Dengan demikian, perhatian para pemodal pada pekan depan bakal berfokus pada kemampuan IHSG menjaga tren bullish usai libur panjang. Keberhasilan indeks menembus angka 6.450 akan menjadi penentu kelanjutan penguatan ke rentang 6.480.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan tetap berpeluang meneruskan tren penguatan menuju kisaran 6.440–6.544 pada perdagangan Selasa (18/8/2026).

Tim Analis MNC Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG sebelumnya menguat 1,59% ke 6.401 yang dibarengi peningkatan volume aksi beli. Posisi indeks juga masih berada di atas garis Moving Average 20 (MA20).

“Dalam skenario terbaik, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga berpeluang menguat ke area target 6.440–6.544,” tulis MNC Sekuritas dikutip Senin (17/8/2026).

Meskipun demikian, para investor disarankan tetap waspada terhadap skenario terburuk jika IHSG telah mengakhiri wave (a) pada pola diagonal, yang berisiko memicu koreksi ke rentang 5.890–6.192 guna membentuk wave (b).

Dari sudut pandang teknikal, area support IHSG besok terletak di kisaran 6.201 dan 6.029, sedangkan titik resistance terdekat dipasang pada level 6.454 dan 6.599.

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8/2026) dengan arah pergerakan pasar yang dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta The Fed.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyebutkan bahwa IHSG masih berada dalam tren bullish jangka pendek dan bertahan di atas MA20, sehingga kans untuk menguji level resistance 6.455 tetap terbuka.

“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam short-term bullish structure dan bertahan di atas MA20, sehingga peluang menguji 6.455 masih terbuka,” kata Reza dalam risetnya, Selasa (18/8/2026).

Pada sesi perdagangan sebelumnya, IHSG berakhir menguat 1,59% ke 6.401,89. Penguatan ini ditopang oleh sentimen positif dari pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027. Target defisit anggaran ditetapkan lebih rendah yakni 2,40% dari produk domestik bruto (PDB), disertai optimisme pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada 2026.

Selain itu, penguatan kurs rupiah ke level Rp17.827 per dolar AS turut memperkuat sentimen pasar. Investor juga mengamati arah kebijakan fiskal pemerintah serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Reza memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan batas support di kisaran 6.200–6.280 dan resistance krusial pada 6.400–6.455.

“Breakout di atas 6.455 akan menjadi konfirmasi penguatan lanjutan dengan target berikutnya di 6.568–6.716,” ujarnya.

Di sisi lain, perhatian pelaku pasar pekan ini bakal tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diproyeksikan tetap mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Pasar pun akan menantikan rilis risalah rapat FOMC (FOMC Minutes) untuk mendapatkan gambaran petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed mendatang.

Oleh karena itu, dinamika kebijakan moneter domestik maupun Amerika Serikat akan menjadi pendorong penting bagi arah pergerakan IHSG setelah mencatatkan penguatan pada perdagangan sebelumnya.

IHSG dibuka menguat ke level 6.448,83 pada sesi perdagangan hari ini dan terus melonjak hingga 1,07% ke posisi 6.470,45 pada pukul 09.02 WIB.

IHSG menguat 1,26% atau naik 80,68 poin ke level 6.482,57 pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini. Terdapat 413 saham menguat, 235 saham melemah, dan 315 saham bergerak stagnan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,17% atau terangkat 74,72 poin menuju level 6.476,61 pada pukul 14.22 WIB Sesi II.

Terkini