Bantu Korban Gempa NTT, Lion Group Salurkan 1 Ton Logistik Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:57:02 WIB
Lion Group mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa logistik kebutuhan sehari-hari bagi korban bencana gempa bumi di NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - Lion Group secara resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan sekitar satu ton untuk warga terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di samping itu, pihak perusahaan juga menyediakan fasilitas pengiriman bantuan logistik untuk masyarakat umum tanpa dikenakan biaya.

Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi menjelaskan paket bantuan tersebut diangkut memanfaatkan penerbangan armada Lion Air bernomor JT694 dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo menuju Bandara Internasional El Tari, Kupang pada jam 11.15 WIB.

"Hari ini, kami mengirimkan 1.000 selimut, 1.000 tikar, dan 1.000 kotak sembako yang langsung terbangkan melalui Lion Air nomor penerbangan JT694 menuju ke Kupang jam 11.15 WIB dari Bandara Udara Juanda di Surabaya," ucap Daniel di lokasi, Senin (17/8/2026).

Bukan sekadar bantuan internal perusahaan, Daniel memaparkan bahwa Lion Air Group turut membuka pintu seluas-luasnya untuk publik, komunitas, hingga instansi yang bermaksud mengirimkan logistik bagi korban gempa bumi NTT secara cuma-cuma.

Meski begitu, Lion Air Group memberikan batas terhadap kategori logistik yang dapat diangkut melalui moda udara tersebut. Daniel menegaskan langkah ini murni dilakukan demi menjaga aspek keselamatan penerbangan, seluruh penumpang, beserta awak pesawat.

"Kami nanti akan mengeluarkan satu edaran nanti dengan syarat dan ketentuan supaya jika lebih tertib dan lebih teratur ya karena ada beberapa hal yang kadang-kadang mengirimkan bantuan dengan kategori barang-barang yang tidak diizinkan diterbangkan dengan pesawat," ujarnya.

Daniel merincikan bahwa kategori logistik yang diprioritaskan untuk diangkut armada Lion Air Group bagi warga NTT difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok harian masyarakat. Kebutuhan tersebut meliputi pakaian, alas tidur/tikar, selimut, sampai pasokan air bersih.

"Jadi, kami membatasi hanya bantuan yang bersifat seperti selimut, kemudian sembako, lalu tikar, dan kebutuhan sehari-hari yang tidak mengandung barang-barang yang berbahaya," tambahnya.

Selanjutnya, Daniel menekankan tidak akan membebankan biaya ongkos kirim kepada publik yang hendak menyalurkan bantuan via seluruh armada Lion Air Group. Kendati demikian, tonase keseluruhan dari kargo bantuan harus disesuaikan dengan kapasitas angkut masing-masing pesawat yang beroperasi.

"Kami berikan gratis ya, tapi subject kepada kapasitas muatan yang ada di dalam pesawat kami. Ya, mungkin setiap ini nanti kita akan tentukan berapa kilo bantuan ini kita akan berikan secara sukarela atau secara gratis," sebutnya.

Terkait skema distribusi bantuan menuju area terisolasi atau terdampak, Daniel membeberkan pihaknya sudah membangun koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten setempat.

Tak berhenti di situ, Lion Air Group turut menyiagakan personel internal, yakni station manager di pelbagai daerah untuk memantau proses penyaluran dari Kupang ke wilayah terdampak seperti Ende, Ruteng, Bajawa, hingga Maumere.

"Untuk di daerah, kami sudah siapkan tim ya untuk melakukan proses pendistribusian dan kami kerja sama dengan Pemprov, kemudian Pemkab ya. Bahkan, kami ada grup yang isinya para bupati juga. Ya, harapannya ini benar-benar bantuan ini sampai langsung. Jadi tidak terlalu lama di Kupang atau tidak terlalu lama di bandara. Jadi, benar-benar kami juga ada tim kami. Kami punya namanya station manager yang juga akan mengawasi supaya bantuan ini bisa terdistribusikan dengan baik," ucapnya.

Terkini